
Di meja warung soto semarang itu ada tabung garam, untuk pengudap yang merasa sotonya kurang asin. Kalau di warung bakso saya pernah melihat di meja ada kecap manis, sambal, garam, dan moto.
Lebih bahaya mana, garam, gula, dan vetsin? Yang sudah terbukti adalah asupan garam dan gula berlebihan. Kalau vetsin terlalu banyak, untuk saya mengakibatkan tenggorokan panas, bisa jadi batuk kering.

Garam dan gula itu soal kebiasaan. Keduanya diperlukan oleh tubuh kita. Namun ada batasnya. Tetapi kalau orang kadung suka asin dan manis ya harus pakai garam diet yang rendah natrium dan gula untuk diabetisi.

Kawan saya yang rajin ke gereja suka asin. Alasannya, “Jadilah garam dan terang dunia.” Karena kulitnya gelap, sehingga belum bisa menjadi terang, maka dia menjadi garam dulu. Rokoknya juga Gudang Garam. Entah bagaimana kelak setelah denominasi gerejanya menganggap merokok itu berdosa.
Kini informasi kesehatan ada di mana-mana. Kepada beberapa teman sebaya dan yang lebih tua saya anjurkan memanfaatkan Meta AI di WhatsApp untuk informasi umum. Lebih praktis ketimbang membuka peramban.
Untuk bahaya garam berlebihan misalnya, jawaban AI serupa artikel di situs kesehatan yang sudah ditinjau dokter. Maka Meta AI antara lain menjawab…
“Konsumsi garam berlebihan bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, misalnya:
- Dapat meningkatkan tekanan darah, bisa menyebabkan penyakit jantung dan strok
- Ginjal bekerja lebih keras untuk mengeluarkan garam berlebihan, dapat menyebabkan kerusakan ginjal
- Garam dapat menyebabkan tubuh menahan cairan, mengakibatkan pembengkakan dan peningkatan tekanan darah.”
Dalam sehari kita boleh mengonsumsi garam berapa banyak? Meta AI bilang, WHO merekomendasikan konsumsi garam maksimum 5 gram per hari, setara dengan sekitar 2.000 mg natrium.
Berapa kandungan natrium dalam bumbu mi instan 80 gram? Setelah memberi contoh beberapa versi rasa mi instan, ada yang 1.330 mg dan 1.360 mg, disertai catatan kaki rujukan, Meta-mu menjawab:
“Umumnya, mi instan mengandung sekitar 860-890 mg natrium per bungkus. Jika dikonsumsi dengan bumbu lengkap atau dua porsi sekaligus, jumlah ini bisa melampaui batas aman 2400 mg per hari yang direkomendasikan oleh WHO.”

Lha buat apa sudah ada banyak layanan AI gratis kok saya masih menulis di blog wagu ini tentang garam bahkan mengutip AI?
Karena saya suka. Dan kebetulan ada yang membaca, antara lain Anda. Terima kasih. Tabik.

4 Comments
intinya, apa pun yang berlebihan, kurang baik..
Sangat betooollll. Secukupnya seperlunya kalau bisa, tapi gak jelas parameternya 🤭🫣
Endingnya sungguh mencerahkan hehe
Bukannya menggelapkan? 🫣