
Misalnya tulisan pada punggung kaus ini menggunakan aksara Latin, namun dalam bahasa yang tak Anda pahami, mungkin Turki mungkin Tagalog, kata manakah yang akan Anda baca pertama kali?
Boleh jadi saya tidak normal, sehingga yang saya baca duluan adalah kata “prestasi” karena letaknya paling atas. Sejurus kemudian saya merasakan sebagai slogan tak enak diterapkan. Masa sih “prestasi meraih membina”? Lebih pas “membina meraih prestasi”.
Desain grafis kaus ini berlandaskan anak tangga, dengan asumsi menggambarkan gerak mendaki. Paling atas adalah tujuan atau titik akhir.
Tetapi di sisi lain, saya berpengandaian bermain teks dengan anak tangga hanya cocok untuk hal yang tak menjadi kalimat. Misalnya, paling bawah adalah “cita-cita”, lalu di atasnya adalah “perjuangan”, dan paling atas adalah “hasil”. Membaca kata teratas terlebih dahulu bukan masalah.
Kalau menurut Anda bagaimana? Jangan-jangan malah tak perlu Anda pikirkan, seolah-olah seperti orang kurang kerjaan yang suka membahas urusan remeh-temeh. Membahasnya tak membuat kita jadi (bertambah) pandai, mengabaikannya tak menjadikan kita (lebih) pandir.

4 Comments
jadi ingat meme bergambar mbak-mbak di sebelah kiri menunjuk, di sebelah kanan gambar kucing..
Ada lagi setelah jari mununjuk ke kanan dan kiri ada teks “bukan selera saya”.
Tadi juga saya baca dari atas dan bingung. Ternyata bacanya dari bawah tho… mbgmbgmbg
Embege embege bege-en bege-en gemoy
🏃🏃🏃🏃