
Selama ini saya tak memperhatikan, hanya menatap sekilas dari seberang, di warung gado-gado langganan. Tadi setelah memperhatikan namanya, saya pun terkesan: Dewa Pijat. Berarti memang ahlinya, sekelas dewa.
Tempo hari ibu mertua dari Mpok Gado-gado bilang, kalau saya dan istri mau pijat bisa di depan. Kalau saya sudah hampir delapan tahun tak pernah pijat. Dulu kami sekeluarga punya langganan pemijat, seorang ibu, lalu dia pensiun karena harus momong cucu.
Kemudian ada lagi seorang pemijat, ibu sepuh, langganan istri saya. Tetapi bagi anak saya pijatannya kurang lunak, padahal ibu itu hanya seperti menyentuh dan mengelus. Saya pernah dipijat karena keseleo dan pegal linu tak keruan.
Seperti membaca mantra dengan berdesis, dia memijat saya, serasa dengan tenaga dalam. Saya kesakitan, sampai berteriak. Setelah itu saya tertidur hingga sore. Bangun tidur sudah bugar.
Tetapi usai memijat, ibu itu lemas, tenaganya terkuras, hanya mau minum air putih sedikit, dan menolak makanan. Ilmu dia warisi dari bapaknya. Dua rumah tetangga ikut melanggani dia. Mereka cocok.
Bulan puasa ini si ibu tidak libur. Dua hari lalu dia memijat tetangga depan rumah saya. Dewa Pijat juga tidak prei. Mereka adalah penyedia jasa pijat yang tak terkena larangan beroperasi selama Ramadan.
Kalau spa pria yang merangkap tempat hiburan memang wajib tutup selama bulan suci. Di Surabaya, salah satu terapis, cewek, bilang di tempat kerjanya pelanggan merasa dilayani istri. Entah apa maksudnya, setahu saya sih punya istri itu selain dimanjakan juga dimarahi atas nama kasih sayang. Sehabis cekcok baikan lagi. Perempuan punya suami juga begitu.
Dalam konten lain di Instagram, tempat tersebut mengiming-imingi calon terapis kelak bisa beli mobil dan rumah. Oh, sejahtera nian. Mungkin karena tip? Apalagi dari pelanggan setia? Tetapi pekerjaan mereka tampaknya bukan bagian dari 19 juta lowongan kerja yang dijanjikan siapa itu, kecuali ada AI untuk menggantikan.


One Comment
penggunaan kata “dewa” ini kok ngga pernah ada yang tersinggung, ya.. coba ganti pakai kata “tuhan”.. orang marah pasti 🫣