
Seperti dua pekan lalu, saya tadi pagi menjelang siang menelepon Mpok Gado-gado apakah buka. Selama Ramadan dia tetap buka, namun pintu ruang sebelah untuk pengudap ditutup, karena dia ingin tetap dapat melayani pelanggan yang tidak berpuasa, antara lain tersebab sedang berhalangan untuk melakukan.
Setelah sampai di warungnya, di pinggiran Jaktim yang berbatasan dengan Jabar, seperti biasa istri saya memesan gado-gado, sedangkan saya memilih karedok. Pegawainya yang membuatkan.
Lalu Mpok datang naik motor, sehabis berbelanja oleh-oleh untuk dibawa mudik pegawainya, dan membeli jeruk santang mandarin acara berbuka nanti. Lalu dia ambilkan dari kotak buah sekitar sepuluh jeruk untuk kami.
Soal rasa dia berharap manis segar karena dia belum mencicipi, belum buka. Terima kasih, Mpok. Rasanya manis segar banyak airnya.
Pekan lalu, saat berjalan kaki malam hari sebelum jam tarawih, saya minum air kelapa muda di warung yang belum pernah saya singgahi. Saat diminta membayar Rp13.000, saya mengingatkan penjual bahwa dua potong tahu isi belum dia hitung.
Mas Kelapa Muda bilang, “Yang itu nggak diitung, Pak. Itu buat siapa saja yang tadi mau buka di sini.”
Terima kasih untuk Mpok Gado-gado dan Mas Kelapa Muda. Di luar Ramadan saya juga beberapa kali menerima pemberian dari penjual apa saja.
Sedangkan saat Ramadan saya pernah menerima sekilo gula pasir dari warung sayur di Pasar Kecapi. Dari warung sayur dekat rumah, saya pernah menerima sekaleng Khong Guan.
Kebaikan orang lain adalah pengingat bahwa kehidupan tak selalu terasa pahit dan memenatkan hati.
Selamat menuntaskan ibadah Ramadan untuk Anda semua.

2 Comments
ah, gesture gesture kecil macam ini yang saya rindukan di bulan puasa, paman..
Nah, maka saya selaku berharap Ramadan membawa berkah bagi semua orang 🙏😇💐