
Mungkin ini yang namanya jodoh, seblak dan spageti dijual bersama, saling menggantikan (substitutif) atau mungkin malah saling melengkapi (komplementer) kalau perut pengudap kuat, karena orangnya dari jenis karung bergigi.
Tadi saat melintas di gang itu, Bulaktinggi, Jatiwarna, Pondokmelati, Kobek, Jabar, pukul 18.51, dalam gerimis kepyur, saya tergerak untuk memotret warung itu. Setahu saya itu warung baru, hadir menjelang Ramadan.

Makanan yang dijajakan di perkampungan sekitar saya kian beragam. Sebelumnya dimsum, takoyaki, teriyaki, sushi, corn dog, dan aneka penganan Korea hanya ada di jalan besar; kini ada di sekitar pasar kampung. Jelajah lidah anak-anak lebih kaya daripada orangtua dan simbahnya.
Tetapi memadukan jualan seblak dan spageti baru kali ini saya jumpai. Dahulu kala saat masih remaja, saya tak habis pikir ada orang menjual pecel dan bakmi, bisa disajikan dalam satu pincuk. Ternyata enak juga. Ketika bekerja di Kebonjeruk, Jakbar, saya sesekali makan di warteg sebelah kantor dengan tempe, tahu, terong, dan mi untuk sarapan.

6 Comments
di Indonesia, sektor kuliner pun harus terus berinovasi dengan gimmick untuk merebut pasar agar tetap bertahan di tengah gempuran persaingan.
McD bikin ayam goreng pake nasi mungkin gak ada di Amrik ya. Gak tau di Amrik ada KFC pake nasi gak
cuma di Indo, pamaan.. menu McD sini pun bedaa.. ga ada Panas special..
McD sini ga jual ayam. paling cuma nugget.
Nah! 😁
Saya jadi ingat ketika ada sisa rawon di panci namun nasi habis. Kami merebus spaghetti lalu kami siram rawon untuk makan malam.
Pernah juga spaghetti dikasih bumbu sambel ikan suwir.
Fusion! 👍👏😁