
“Siapa pun” dalam judul dilengkapi oleh spanduk: “… yang tidak kita kenal”. Belum pernah saya melihat pengingat setegas ini. Pengurus lingkungan mengajak warga untuk mencurigai orang tak dikenal. Saya setuju.

Pencurian bisa terjadi kapan pun, siang juga bisa. Pagi saat orang bersiap kerja juga bisa. Di area saya dulu banget, pada suatu pagi ketika mesin sepeda motor masih dipanasi, maling langsung menjalankan kendaraan itu saat si empunya masuk rumah.
Lebih dari satu kali saya mendengar kabar, maling masuk ke perumahan dengan berjaket ojol. Yah, bagaimana lagi, seperti halnya seragam pramugari maka seragam ojol juga dijual bebas. Memang sih alasan penyalahgunaan kedua jenis seragam itu bisa berbeda.
Inti spanduk: kecurigaan adalah bagian dari kewaspadaan. Untuk anak kecil dapat ditambahi pesan don’t talk to any stranger. Memang mungkin berlebihan, bukankah kita bangsa yang ramah?
Tentang pencurian siang hari, dulu saya pernah menulis bahwa sebagian orang menyamakan hal itu dengan perampokan. Padahal berbeda, karena mencuri itu diam-diam, tidak ketahuan, sedangkan merampok itu mengambil barang terang-terangan dengan kekerasan. Memang, pencurian bisa berubah menjadi perampokan karena tepergok.

2 Comments
tapi banyak juga kasus pencurian yang dilakukan oleh orang yang dikenal.. misalnya curankor.. pencurian korek..
Korek dan bolpoin. Tapi sekarang jarang orang bawa bolpoin apalagi pensil 😁