Kuota internet kok disamakan obat

Selain menggugat kuota internet hangus, mestinya konsumen menggugat ISP yang menyewakan router.

▒ Lama baca < 1 menit

Gugatan ke MK soal kuota internet hangus — Blogombal.com

“Itu siapa Oom, yang bilang kuota paket internet kayak obat? Kalo obat expired ya udah, selesai?” tanya Adi Tambur.

“Abdullah Fahmi, petinggi Telkomsel. Ngaco. Obat, juga makanan dan minuman, kalo kedaluwarsa tapi orang tetep nekat makan atau minum ya bisa, risiko ditanggung sendiri,” jawab Kamso.

“Masalahya apa dong?”

“Operator nggak mau rugi lalu sahamnya nggak menarik, tapi nggak mau terus terang, lebih suka bahasa njelimet. Umumnya paket emang gitu, di banyak negeri lain juga gitu. Ada sih argumen teknis, intinya paket data nggak kayak setrum PLN prabayar. Mungkin anggap aja kuota internet seperti beli vocer bebas ongkir yang berlaku sebulan.”

“Jadi di MK nanti konsumen kalah?”

“Mungkin saja. Kalo ada putusan paket nggak bakal kedaluwarsa, mungkin skema harganya naik dengan sekian jurus. Sebelas tahun lalu, beli pulsa cepek ceng itu bisa berlaku tiga bulan,tapi akhirnya itu dikurangi. Lalu pake siasat bikin e-wallet.”

“Apa lagi yang kira-kira menarik buat digugat selain pulsa dan kuota, Oom?”

“Sewa modem dan router yang diberlakukan oleh ISP. Eh, set top box juga. Setahun kita sewa itu sama harganya dengan router yang bagus. Biar kita beli router sendiri tetep ditarik sewa. Padahal kita langganan listrik dan PAM nggak nyewa alat pencatat pemakaian sekaligus keran atau sakelar buka tutup. Langganan gas kayaknya juga.”

“Oh iya, ya. Sebulan enam puluh ribu rupiah. Udah setahun router nggak diganti baru. Orang yang brenti langganan cuma diputus kabelnya, modem sama router nggak ditarik kan, Oom?”

“Yah gitu deh. Bagi mereka, alat pencatat pemakaian dan alat buat mutus saluran internet emang bisa dikendalikan dari jauh, tapi mereka butuh tambahan pemasukan tetap, tapi nggak mau ngaku.”

“Alasan lain, Oom?”

“Konsumen udah setuju perjanjian baku dan klausula baku, nggak usah rewel. Kalo nggak suka silakan cari ISP lain.”

“Jadi mestinya ISP sini kayak Starlink, alat penerima sinyal satelit dijual untuk pemakaian permanen, disewakan oleh reseller untuk pemakaian temporer?”

4 Comments

Zam Kamis 5 Maret 2026 ~ 14.45 Reply

dulu saya waktu memutus kontrak indihome, sebelum pindah, udah mengembalikan router dan modem langsung ke kantor telkom, masih juga dianggap masih aktif dan kena tagihan.. 😫

Pemilik Blog Minggu 8 Maret 2026 ~ 09.10 Reply

Wah ngawur pol!
Sistem administrasi mereka itu bagaimana?
Gitu kok ngaku world class operator 😡

Warm Selasa 3 Maret 2026 ~ 14.49 Reply

Nah iya pulsa prabayar itu aneh. Harus dihabiskan sesuai tenggang. Kalo ngga ya hangus. Bukannya diakumulasi saja ya. Bisnis wes

Pemilik Blog Selasa 3 Maret 2026 ~ 18.23 Reply

Salah satu dalil: kalau tidak hangus bisa menjadi beban jaringan dan layanan 🤣

Tinggalkan Balasan