Kalau koperasi gagal bayar, dan dapur MBG bikin keracunan, bagaimana?

Akan lebih sip kalau koperasi merah padam bikin dapur MBG. Tak akan dikriminalisasi.

▒ Lama baca < 1 menit

Koperasi merah putih sebaiknya urus MBG — Blogombal.com

Usai buka bersama, Mas’ud Maksud dan Rifai Piyik asyik berdiskusi. Kamso yang tak punya teman diajak bergabung dan akhirnya kebingungan karena ditanya.

“Oom, kalo Koperasi Desa Merah Putih nggak bisa balikin pinjaman modal awal gimana?” tanya Mas’ud.

“Lha kan ada duit dari dana desa, pendapatan asli desa, alokasi dana desa, dan lainnya buat bayar? Simpel,” jawab Kamso.

“Artinya salahnya orang sedesa kenapa mau disuruh bikin koperasi dan dapat pinjaman dari bank pemerintah?” Rifai menyergah.

Mas’ud tertawa. Kamso cuma tersenyum.

“Nggak boleh ngemplang ya, Oom?” tanya Mas’ud.

“Entar didatengin debt collector. Kesian pengurus koperasi dan kades,” Rifai menyela.

Lantas Rifai membelokkan masalah, “Kalo pemilik dapur MBG yang makanannya menyebabkan anak keracunan, ada yang dihukum nggak, Oom?”

“Dipidana, gitu? Kayaknya belum ada berita gitu. Yang ngasih ganti rugi ada, buat biaya rumah sakit dan lainnya, tapi cuma satu dua. Yang dapurnya diputus kontrak, entah,” jawab Kamso.

“Anak- anak yang jadi korban lantas masuk rumah sakit, siapa yang nanggung, Oom?”

“Biasanya pemda dan BPJS Kesehatan, Fai. Mungkin ada juga dari dapur MBG yang saben hari dapat insentif enam juta perak. Mungkin lho. Maksud saya semoga. Terutama dapur yang bikin bukber di pinggir kolam hotel dengan hidangan berlimpah dan bagi-bagi duit buat pegawai.”

“Kalo dapur yang bermasalah itu punyanya politikus, dan organisasi polisi sama tentara gimana, Oom?” tanya Mas’ud.

“Jangan tanya saya, nanya ke panci atau tabung gas aja. Sambil nabuh ompreng,” sahut Kamso.

Rivai menukas, “Kayaknya paling enak tuh bisnis MBG, makanan boleh nggak bikin sendiri, cukup beli hasil ultraproses. Kenapa koperasi merah item atau merah padam nggak bikin dapur MBG aja ya? Rent seeking….”

Kata Mas’ud, “Iya kalo kerjanya bener. Kalo bikin keracunan, yang jadi korban anak sendiri, sesama warga desa atau kecamatan.”

2 Comments

Warm Selasa 3 Maret 2026 ~ 14.45 Reply

entah kapan urusan mbgebleg ini berakhir

Pemilik Blog Selasa 3 Maret 2026 ~ 18.20 Reply

Sampai kiamat nanti kecuali semuanya di-reset

Tinggalkan Balasan