
Stiker pada bak pikap, bukan milik koperasi merah kuning hijau di langit sono, melainkan pengepul ban bekas, ini bikin bingung. Profesi apa yang dimaksud? Lalu adakah hubungannya dengan perempuan di samping tulisan?

Kebingungan kedua, menyangkut rezeki yang disebut berbeda, perolehan siapa yang lebih besar: si pemilik pikap ataukah orang yang baca? Perolehan saya sebagai pembaca stiker tentu kalah jika dibandingkan juragan ban bekas.
Stiker pada mobil angkutan penumpang umum dan angkutan barang sering semaunya, hanya si pemasang yang paham. Tak beda dari grafiti, hanya si penulis dan kelompoknya yang paham. Untuk angkutan umum dan barang, tema istri muda dan tema mertua sempat laku.
Tetapi sebagai khazanah kehidupan masyarakat pada suatu masa, stiker macam itu berharga. Bagi siapa? Bagi orang iseng yang tertarik kajian budaya (cultural studies) yang melibatkan semiotika.




2 Comments
blog bokong truk dah ga ada ya paman? 😞
Udah terkubur 🙈