
Pemilik rumah petak kontrakan di Jatirahayu, Pondokmelati, Kobek, Jabar, ini ogah capek. Informasi tentang kontrakan dia buat permanen, dengan kepingan keramik membentuk tulisan pada tembok luar.
Biasanya pemilik kontrakan memasang tulisan setelah ada unit kosong. Ada yang cuma kertas dengan tulisan spidol, ada yang lembar papan atau plastik dengan huruf dari plester plastik gelap maupun cat, dan ada pula yang menggunakan kertas dicetak digital lalu dilaminasi — termasuk dengan kantong plastik. Setelah ada unit kosong, tulisan ada kontrakan pun dicopot.

Lalu tulisan permanen ini bagaimana? Gampang, kalau ada peminat menelepon, padahal tak ada unit kosong, pemilik tinggal bilang, “Maaf udah penuh.”
Mau lebih gampang, tanpa harus menjawab? Tak usah meniru pengelola parkiran mal yang memajang sisa kapasitas parkir dalam papan elektronik LED maupun lampu menyala merah di atas setiap kaveling parkir. Cukup mencantelkan papan bertuliskan “penuh”.

Eh, tetapi nanti ada yang menelpon, “Kapan kosongnya?” Yah, sekalian bersilaturahmi dengan kenalan baru via telepon dan teks WhatsApp. Dalam berbisnis kita harus komunikatif, jangan mengandalkan kebatinan, berharap orang lain paham tanpa kita katakan.

3 Comments
malas menempel “kontrakan kosong”, jadi gantian menempel “kontrakan penuh” 🤣
Juragan ATM gedor rupanya, saking banyak kontrakan sampai berani bikin tulisan permanen. Tiap bulan tinggal gedor nagih bayaran 😀
ATM gedor👍 😅
Passive income. Kalo ada modal saya juga akan bikin, Mbak. Situ mau nggak ngontrak di tempat saya?