Lansia pengasong di pelataran pasar swalayan

Mestinya negara bertanggung jawab atas kesejahteraan lansia, dan tersedia lapangan kerja formal untuk mereka.

▒ Lama baca < 1 menit

Pengasong sepuh di pelataran Naga Swalayan Hankam, Jatirahayu, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Bagi saya pria itu lansia tegar. Saya tak mengenalnya karena baru beberapa kali melihatnya. Saya jarang ke supermarket itu. Jaraknya satu setengah kilometer dari rumah. Saya menyebutnya tegar karena hingga malam dia masih mengasong di pelataran supermarket yang ada Azko dan kedai lain termasuk KFC dan Solaria. Dia masih tampak sentosa.

Tadi pukul delapan saya mengantar istri ke kompleks itu. Si Bapak duduk di atas bangku bakso, mungkin dia bawa sendiri, berteduh di tempat naik turun penumpang mobil, di sana ada atapnya. Gerimis memberkaskan hawa dingin lembap. Saya lihat dagangan dia masih banyak hingga saya pulang menjelang pukul sembilan. Dia tetap santai, bercengkerama dengan orang showroom mobil yang sedang memamerkan produk di bawah tenda dekat si bapak.

Pada tiang pikulan kecil tergantung kacang bawang, tahu sumedang, nanas potong dan mangga potong dalam kantong plastik. Namun yang selalu dia ucapkan adalah, “Kacang! Kacang!” Ya, di dalam supermarket ada lebih banyak buah.

Mungkin karena dia sudah tua, lagi pula tak banyak pengasong di sana, maka pengelola properti membolehkannya berdagang. Saya ingat, dulu seorang ibu lansia di samping loket pintu keluar di Pondok Indah Plaza 1, Jaksel. Hingga malam, dengan berbaju hangat, dia jajakan rempeyek kacang. Si ibu tampaknya tak diizinkan memasuki area ruko itu. Saya tak tega, apalagi rasa rempeyeknya ala kadarnya.

Hidup ini tak selamanya mudah dan lancar jaya, yang namanya kesulitan bukanlah cita-cita. Dari sisi masing-masing, setiap orang mengalami, dan selebihnya dalam bahasa Jawa disebut sawang sinawang, saling memandang, dengan kecenderungan menempatkan orang lain tampak lebih ringan bebannya — atau sebaliknya, memandang orang lain lebih berat, padahal yang bersangkutan merasa biasa saja, tinggal menjalani kehidupan?

Pengasong sepuh di pelataran Naga Swalayan Hankam, Jatirahayu, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Tinggalkan Balasan