
Hadiah gelas, atau piring, atau malah cuma sendok, masih menjadi bagian dari promosi. Untuk hadiah gelas, saya melihatnya di Naga Swalayan, Jalan Hankam, Pondokmelati, Kobek, Jabar. Ada dua penyedia gelas, keduanya produsen teh. Seloki dari Prendjak. Gelas dari Tong Tji.

Sejak kapan hadiah gelas itu ada? Dulu banget saya pernah melihat hadiah gelas dari pabrik rokok di Kudus milik seorang teman. Katanya itu dari akhir tahun 1950-an – awal 1960-an. Saya lupa dari Jambu Bol atau apa, tetapi bukan Djarum. Gelas dari Djarum saya lihat pada medio 1970-an. Begitu terkenalnya gelas Djarum sehingga ada tanggapan berupa pelesetan, saat seseorang mengucapkan kata, “Jelas!”, akan disergah, “Jelas Djarum.”

Artinya alat makan dan minum tidak harus dari produsen makanan maupun minuman. Detergen Dino pernah membonuskan sendok makan. Masih ada hubungannya dengan makanan, wafer Chocolatos membonuskan centong plastik.

Bonus gelas yang pernah saya terima adalah seloki Cap Tikus, padahal saya tak memesan minuman berjenama kebanggaan Sulut Itu. Kalau mug dari aneka produk sih lebih banyak, termasuk suvenir dari pengantin, bahkan saya pernah mendesain untuk kampanye ngeblog. Saya punya Mug dari Andrew, sejak sepuluh tahun silam. Padahal apa hubungan sepatu dan mug?

