Bokong mug bertanya kapan ngeblog?

Kenangan 18 tahun silam tatkala pilihan presensi digital yang mudah adalah blog.

▒ Lama baca < 1 menit

Mug dari dagdigdug dot com 2008 — Blogombal.com

Kalau seseorang sambil berdiri minum dari mug kecil ini, dan tak terlalu membungkuk, orang yang duduk di depannya akan melihat tulisan pada pantat cangkir porselen: Kapan ngeblog?

Ini mug bikinan 2008,setahun setelah Pesta Blogger pertama, saat pilihan presensi digital belum banyak, dan blog adalah opsi yang menyenangkan: tulisan dibaca orang, dan ditanggapi.

Terkenal itu bisa hasil, bisa tujuan. Sebagian orang tak ingin menjadi penulis, atau menikmati proses menulis, melainkan lebih tersebab “alasan eksistensial” — aku ngeblog maka aku ada.

Padahal kalau mau menulis dan memuat foto, saat itu pakai Facebook, atau Friendster, pun bisa. Namun soal menghasilkan foto bukan hal mudah karena kemampuan kamera ponsel masih memprihatinkan. Adapun kamera saku point-and-shoot masih mahal.

Mug dari dagdigdug dot com 2008 — Blogombal.com

Harap diingat, sampai medio 2008 masih banyak bloger mengandalkan laptop dan desktop, Wi-Fi di tempat umum jarang, BlackBerry belum menjadi barang lumrah padahal ada aplikasi WordPress dalam ponsel pintar itu.

Jamak jika bloger saat itu memanfaatkan warnet dan komputer kantor atau sekolah. Paket data masih mahal, apalagi untuk ponsel jadul GPRS. Tampilan web pun secara umum tak ramah ponsel kecuali konten sudah diset WAP.

Saat itu ada juga yang bingung akan mengisi blognya dengan konten macam apa, sehingga main copy and paste. Namun ada pula yang tak bingung, melakukan salin dan tempel dengan sadar, namun cenderung sebagai si alias kurang jelas karena yang mengasyikkan adalah bermain SEO demi trafik dan iklan.

Mug dari dagdigdug dot com 2008 — Blogombal.com

Ketika desain ini saya kerjakan di depan komputer, Blontankpoer yang singgah ke Rumah Langsat, Jaksel, spontan mengusulkan slogan untuk sisi yang masih lorem ipsum: “daripada copy-paste lebih baik coffee latte”. Sip, sarujuk, cocok untuk mug.

Saya menemukan mug ini di baris paling belakang dalam ambalan di lemari dapur. Saya pikir sudah pecah atau entah ke mana. Ternyata masih ada. Anda pernah punya ini?

Mug dari dagdigdug dot com 2008 — Blogombal.com

9 Comments

Iqbal Rabu 14 Januari 2026 ~ 14.42 Reply

Whoa… usia mug itu hanya sedikit lebih muda dari usia motor mio 2006 saya. Menjadi penanda masa-masa indah dunia blog, ketika masih banyak komunitas blog.

Pemilik Blog Rabu 14 Januari 2026 ~ 20.53 Reply

Aha! Spirit dan praktik ngeblog hingga kini belum punah, ada di Medium, Facebook, Substack, ruang kontribusi penulis di sejumlah situs berita serta platform UGC seperti Modjok 😇

warm Sabtu 3 Januari 2026 ~ 18.08 Reply

wah saya lupa kalo ada web cerpenista, kalo wetiga sih dulu salah satu tujuan utama yg kudu didatangi saat ke ibukota, tapi toh jarang2 ketemu paman hehe

btw saya lg sedih arsip tulisan saat di ngerumpi.com dulu ternyata hilang, coba ada yg masih punya arsip tulisan2 lama di web itu sih ya (malah curhat)

Pemilik Blog Sabtu 3 Januari 2026 ~ 19.07 Reply

Hola.

Coba cari di internet archives, siapa tahu ada

Pemilik Blog Sabtu 3 Januari 2026 ~ 19.09 Reply

Jarang ketemu saya? Aneh juga. Mungkin saya lagi keluar, wong saya kerap nginep di sana 🫣

mpokb Jumat 2 Januari 2026 ~ 21.38 Reply

Mug ini masih ada dan saya eman-eman sebagai penanda bahwa dulu pernah aktif ngeblog wkwkwk…

Btw dulu bloger ribut karena masalah copas, sekarang netizen ribut karena AI disalahgunakan.

Pemilik Blog Sabtu 3 Januari 2026 ~ 19.05 Reply

Hidup mug!
Dulu sempat ribut kecil, waktu Instagram masih baru. Hasil jepretan DSLR kok diunggah. Lalu ada yang menangkis, “Lha wong yang punya IG saja ndak melarang kok.”

Zam Jumat 2 Januari 2026 ~ 02.54 Reply

wah, mug legendaris. mana ukurannya juga unik, mungkin sekitar 200 mL?

Pemilik Blog Jumat 2 Januari 2026 ~ 18.18 Reply

Iya, kecil. Dulu sebagai bonus, pelopornya adalah Nescafé.

Tinggalkan Balasan