
Oh, gluten free, saya membatin saat membuka wadah bingkisan kue kering berbahan dasar tepung singkong. Banyak orang harus membatasi asupan gluten, padahal unsur ini yang merekatkan tepung dari biji-bijian, membuat makanan jadi kenyal, misalnya mi dan pasta. Untuk roti, kue, pastri, dan sebangsanya, gluten membantu masakan mengembang, sehingga empuk.
Tetapi yah begitulah, gluten berlebihan itu tidak sehat, apalagi bagi orang yang sensitif atau intoleran. Bisa bikin kembung bahkan mual. Tetapi mi itu enak, termasuk yang instan. Aneka roti dan kue juga enak.
Bagi orang yang mengidap kanker, celiac, autoimun, alergi gandum, dan radang usus, gluten tidak dianjurkan. Namun bagi yang merasa sehat-sehat saja, gluten berlebihan pun tidak boleh. Penjelasan tentang gluten ada di pelbagai tulisan dan video di internet, namun utamakan konten oleh orang berkompeten, misalnya dokter dan ahli gizi. Kalau berupa artikel, utamakan konten yang sudah diperiksa oleh dokter.

Paling bagus ya menanya dokter, misalnya ahli gastroenterologi, cabang kedokteran spesialis yang berfokus pada diagnosis dan pengobatan gangguan sistem pencernaan. Kini zaman informasi mengarus deras, apalagi ada akal imitasi, namun bertanya kepada ahlinya ahli itulah yang pas. Setidaknya mereka bisa dimintai pertanggungjawaban.
Kok orang bule aman saja makan roti dan pasta? Bagaimana dengan orang Asia yang turun temurun akrab dengan nasi dan umbi-umbian? Sebaiknya kita tanyakan kepada ahlinya. Kalau jawaban mereka simpang siur? Walah, embuh. Kita dilahirkan untuk sering bingung justru karena berpikir.


4 Comments
penggalan terakhirnya menarik, jadi lebih baik gak berpikir supaya embuh-nya ilang ya hahaha
Mariiiii 😅
Setahu saya malah kebanyakan orang bule yang mengidap celiac atau alergi gluten, Bang Paman. Konon roti bukan asli makanan orang Barat/Eropa, tapi terus menyebar keliling dunia, sampai akhirnya sekarang kita tergantung pada terigu (dari bahasa Portugis “trigo”)
Btw anak muda sekarang pada mulai kembali ke asal, belajar menyukai ubi dan singkong dan makanan rebusan. Bagus yak 😀
Begitulah, roti dan pangan lain berbahan tepung gandum bermula dari Timur Tengah. Maka di Alkitab, tentang masa kuno di Palestina, ada saja gandum. Yusuf ketika jadi pejabat di Mesir, saudara-saudara datang untuk membeli gandum karena Palestina paceklik.
Apakah manusia purba yang hanya mengenal memanggang dan mengasapi daging binatang buruan, atau makan kerang mentah, karena belum menciptakan belanga tembikar, lebih sehat ya?