
Ada warung soto ayam baru — yang anyar itu warungnya, tetapi sotonya tak mungkin basi — di area saya. Tempatnya resik, dengan atribut soto Semarang, pakai sate kerang pula. Saya terkesan oleh hiasan di meja yang menempel dinding.
Gelas plastik air ditaruh berjejer dengan posisi selang-seling, setelah tegak dengan bagian alas di bawah kemudian berikutnya gelas didirikan dengan bagian penutup di bawah. Pada ujung meja ada vas berisi tanaman sirih.
Saya melihat ini nyeni. Tetapi sayang daunnya kurang sehat. Kini dengan aplikasi berbasis AI, kesehatan tanaman hias bisa dinilai, lalu disusul anjuran cara memulihkan kesehatan daun.
Meskipun demikian, lagi-lagi ini masalah kemauan. Sama seperti anjuran menjaga kesehatan diri, biarpun mudah dan sederhana belum tentu kita lakukan, misalnya yang menyangkut gerakan tubuh. Saya termasuk itu, tahu tetapi bebal, tak mempraktikannya. Semoga Anda tidak.

2 Comments
Baru tahu ada soto yang dimakan dengan sate kerang, ternyata khas soto semarang dan salatiga ya 😀
Iya, terutama soto Semarang, Mbak Mpok