
Lihatlah cara ketiga pria lansia itu duduk di kursi tunggu rumah sakit. Kakek paling kiri duduk bercangkung, dalam istilah lain yang jarang digunakan adalah bertinggung.
Adapun kakek berikutnya, di tengah, dudu bersila di atas kursi. Sedangkan kakek paling kanan duduk dengan menopangkan satu kaki di atas kaki sebelah kiri — setahu saya tak ada istilah khusus untuk gaya duduk macam ini.
Untuk gaya duduk ketiga itu, bahasa Jawa punya kata jégang. Artinya, menurut Bausastra W.J.S. Poerwadarminta, “linggih sikilé sing siji tumapak (klêbu murang tata)“. Duduk dengan satu kaki menapak pada tanah atau lantai (termasuk kurang santun). Tak dijelaskan secara eksplisit apakah satu kaki lainnya lurus horizontal di udara atau bagaimana.

Duduk mencangkung, dan duduk bercangkung, dulu sering saya jumpai dalam bacaan lawas saat saya bocah hingga remaja. Makin ke sini makin jarang disebutkan, namun beberapa cerpen dan novel masih menyebutkan kata tersebut.

Ya, mencangkung dan bercangkung itu hampir sama dengan jongkok. Maka bahasa Melayu Malaysia mengenal tandas cangkung, Artinya kloset jongkok.

Dulu di kantor saya yang berbeda, selalu ada sejawat yang dapat duduk bercangkung sambil bekerja dengan komputer. Pelakunya berbadan kurus. Saya tidak bisa begitu karena perut saya gendut. Misalnya pun bisa, tampaknya luas permukaan kursi kurang memadai karena saat muda pantat saya tidak tepos.

Apakah Anda dapat duduk bercangkung? Jika ya, di mana saja?

2 Comments
saya kalo di kursi sukanya eh nyamannya jg duduk bersila, pun saat di bioskop hehe
Bersyukurlah yang perutnya gak gendut 😇🙏