
Waktu terus berlari. Ada yang bilang malah terbang. Baiklah kita sebut saja waktu terus melesat. Maka saya gagap terhadap banyak hal. Misalnya saat melihat grafiti pada bangunan kumuh tak terpakai, mungkin bekas kantor bank, di Jaksel, pas Natal kemarin.
Gafiti yang teryata mural itu digarap dengan niat. Ternyata si pembuat mengeblok glass blocks kemudian digambari pintu, dan diberi teks. Karena saya hanya sepintas melihat dari jalan, saya tak tahu itu stiker besar bergambar grafiti pada pintu ataukah memang langsung pekerjaan manual pada dinding.

Saya sempat membatin, di antara coreng-moreng dinding bangunan ada pesan yang mbagusi dan terpelajar. Akhirnya saya tahu itu adalah judul album keempat band Indonesia Reality Club, Who Knows Where Life Will Take You?, yang diluncurkan empat bulan lalu. Teks who knows… menjadi bagian dari lirik lagu “Now I’m a Diplomat”.

Tema visual pintu dengan grafiti itu senada gambar resmi band. Maka saya menduga mural tersebut adalah promosi album band. Di YouTube, klip video lagu tersebut dikemas menjadi beberapa versi. Tahun 2025 hampir tutup buku dan saya makin sadar kalau bertambah tua. Terbukti saya baru tahu lagu itu.
All I wanted was to see the world
And play Vivaldi on the violin
Read philosophy as I sip my coffee
Printed books is my rush of adrenaline
