
Dengan terburu-buru cowok berkemeja batik lengan pendek itu menjagrakkan sepeda motornya, lalu bergegas menuju dapur sambil membawa tas keresek berisi pare dan tempe untuk diolah buat lauk makan siang. Saya tak ingin melihat cara dia memasak, malah mengamati stiker pada bagasi tebeng atau leg shield motor. Ada foto cewek.

Entahlah siapa cewek itu. Mungkin gacoan atau idolanya, yakni anak Pak RT, sebagai pemudi pujaan tetangga. Tetapi bisa juga itu foto seleb kreator konten di medsos. Ketika saya cari nama dalam stiker itu ternyata ada banyak perempuan di internet dengan nama serupa. Manakah yang cocok dengan stiker, saya tak menyelisik jauh. Kepo ada batasnya.

Stiker ini terlihat publik, artinya bukan hal konfidensial maupun teramat privat. Jadi, berbeda dari foto pujaan pada wallpaper layar ponsel dan komputer. Ya, mungkin serupa stiker bergambar kartun keluarga pada kaca belakang mobil yang dulu sempat musim, misalnya bertukiskan Ayah, Tita, Budi, Bunda. Saya pernah diminta merancang cutting sticker macam itu dan saya tambahi satu angkrek, dengan teks Tante X. Si pemesan ogah dan marah.
“Ndi le, mamah tak ndelok fotone pacarmu?”
“Iki mah:” pic.twitter.com/V8CM6Cbh1Z
— ▁ ▂ ▃ ▄ ▅ ▆ ▇ █ ▉ ▊ (@coffebit) March 29, 2025
Kini pada era digital, bahkan dompet pun digital, masih adakah pria maupun wanita menyisipkan foto orang tersayang dalam dompet? Dulu banget, abad terlewat, teman saya, pemuda lajang, menyimpan kartu seukuran kartu telepon, yang satu sisinya bergambar Eva Arnaz dan sisi sebaliknya kalender dari dua tahun sebelumnya, dalam dompet. Katanya itu pacar dia. Teman-temannya tak percaya. Karena juga ada yang menganggap si aktris sebagai pacarnya.
@buiramiraBukan apa-apa, kalau terlalu bucin di skripsi takutnya putus 😆🤭
