Ayo bikin SIM, paket komplet

Ada antar jemput dan vocer makan, pembayaran setelah SIM jadi. KTP luar kota boleh ikut.

▒ Lama baca < 1 menit

Layanan lengkap pembuatan SIM A dan C kolektif — Blogombal.com

Silakan Anda baca dengan saksama isi baliho mini ini bukan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Banyak hal menarik. Misalnya vocer makan, antar jemput, dan pembayaran setelah SIM A dan SIM C jadi. Menggunakan KTP luar kota juga bisa. Sungguh layanan nan lengkap.

Saya mendapati baliho kecil ini di depan teras bangunan kantor SPBU di Jaktim, di tempat terbuka, bisa dilihat setiap orang. Isinya sangat informatif. Identitas koordinatornya jelas, ada nama, nomor WhatsApp, dan foto diri. Jika ada yang kurang jelas, silakan mengontak Bang Ilyas, seorang babinsa.

Layanan lengkap pembuatan SIM A dan C kolektif — Blogombal.com

Babinsa adalah bintara pembina desa — kelurahan juga termasuk namun tak disebutkan dalam akronim. Biasanya jabatan ini dipegang oleh sersan TNI AD dari sebuah kodim. Selain babinsa ada pula bhabinkamtibmas, singkatan bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat, yang dijabat oleh bripda, bripka, sampai aipda kepolisian.

Layanan lengkap pembuatan SIM A dan C kolektif — Blogombal.com

Apa saja tugas babinsa dan bhabinkamtibmas dapat Anda cari di internet. Lalu kenapa urusan SIM, yang lebih dekat dengan kewenangan Polri, juga menjadi urusan babinsa? Saya tak mencari tahu.

Perihal SIM, berupa perpanjangan dalam arti membuat kartu kartu lanjutan, saya lakukan Februari lalu. Urusan administratif awal saya lakukan dengan ponsel, termasuk psikotes mirip kuis yang agak merepotkan karena ukuran fon dan… distraksi berupa panggilan telepon dan orang mengajak berbicara. Setelah itu saya mendapatkan jadwal pengambilan SIM di Mal Pelayanan Publik, Kobek.

Layanan lengkap pembuatan SIM A dan C kolektif — Blogombal.com

Terus piyé dari soal SIM kolektif ini? Pokoknya hidup TNI, hidup Polri! Merdeka! Semoga abadi nan jaya senantiasa. Majulah Indonesia! Adil makmur cendekiawan bahagia. Dan seterusnya….

6 Comments

Junianto Sabtu 29 November 2025 ~ 08.44 Reply

Wekekekek!

BTW SIM C pertama saya hasil pendaftaran kolektif di kampus, kalau tidak salah tahun 1984 (setahun setelah saya mulai kuliah) atau 41 tahun silam.

Pemilik Blog Sabtu 29 November 2025 ~ 15.03 Reply

Sudah berapa kali ganti SIM, Lik?

Junianto Sabtu 29 November 2025 ~ 17.02 Reply

Waduh lupa.

Ada masanya saya, saat jadi reporter di Solo, tidak punya SIM selama beberapa tahun.😁🙈

Pemilik Blog Sabtu 29 November 2025 ~ 23.03 Reply

Semoga bukan karena punya kartu pers 🫣

Junianto Minggu 30 November 2025 ~ 08.52

BTW ada dua kejadian unik — atau apalah nsmanya — saya alami terkait SIM. Pertama, saat saya masih bekerja di Yogyakarta, nglajo naik bus dari Solo. Suatu kali saya berangkat diantar anak saya dari rumah ke terminal (saya memboncengkan anak saya), belum sampai terminal ada momen alias razia. Saya tenang, dan pede, menyerahkan SIM dan STNK ke Pak Polisi. Ternyata SIM saya mati sejak beberapa bulan lalu, dan saya tenretos🙈. Karena harus segera ke terminal untuk kemudian ke Yogya, terpaksa saya keluarkan kartu pers sambil bilang akan segera mengurus perpanjangan SIM. Polisi melepas saya tanpa menahan STNK, dan besoknya saya perpanjang SIM.

Kedua, saat saya kemudian bekerja di Solo, lebih dari lima tahun setelah kasus pertama. Saya naik KLX di dalam kota, ada momen, saya serahkan STNK dan SIM, lalu Pak Polisi bilang SIM saya mati. Waduh, terulang lagi🙈 saya ten ngertos SIM mati😁 Kali ini saya tidak memanfaatkan kartu pers, pasrah ketika STNK saya disita eh ditahan sementara oleh Pak Polisi…

Tinggalkan Balasan