Paket komplet: Pengamen, pemulung, dan pengemis

Terhadap pengamen dan pengemis di warung, kita tidak berhitam putih. Ada rentang keragaman alasan.

▒ Lama baca < 1 menit

Melarang pengamen pemulung pengemis di warung Adem Ayem, Pondokgede Housing, Kobek — Blogombal.com

Larangan dari warung ini saya bayangkan bermula dari pengumuman paling atas, hanya untuk pengamen dan pengemis. Kemudian larangan diperkaya, juga untuk pemulung. Warung ini sudah lama, belasan tahun — namun baru tadi pagi saya mencicipi karena diajak seorang pentraktir. Saya mengandaikan pemiliknya belajar dari pengalaman.

Dalam bahasa orang sok sekolahan: teks larangan dibuat berdasarkan kasus empiris, bukan asumtif. Bagi pengudap maupun pemilik kedai, yang namanya pengamen dan pengemis, apalagi tiada henti, itu mengesalkan karena mengganggu. Maka sejumlah pemkot dan pemkab melarang pengemis. Tetapi kedai melarang pemulung masuk baru saya ketahui hari ini. Berarti pernah terjadi di kedai itu.

Tentang pengamen di warung makan, sikap kita tak hitam putih. Ada yang kita beri dan ada yang tidak. Alasan kita beragam dan kasuistis, dari tak tega sampai tangan tak repot karena kebetulan sedang makan dengan sendok. Oh ya, juga karena kebetulan ada uang kecil. Eh, bisa pula karena merasa terancam.

Banyak kisah pengamen yang akhirnya berkibar, dari Iwan Fals sampai sampai Didi Kempot, namun kita cenderung melihatnya sebagai jejak masa lalu yang tak kita lihat langsung. Kita hanya menyerapnya sebagai jalur perjuangan hidup seniman. Tetapi mungkin kalau saat ini melihat perjuangan yang sama oleh pelaku lain, kita sangat berjarak.

Sedangkan terhadap pengemis di kedai, apalagi jika mereka tampak sentosa, kita takkan memberi, tetapi terhadap pengemis yang masih anak-anak kadang kita tak tega sambil menahan dilema di tenggorokan: di satu sisi tahu mereka dieksploitasi orang dewasa dan di sisi lain tak tega justru karena itu.

2 Comments

morishige Selasa 18 November 2025 ~ 18.30 Reply

Yang saya bingung, kalau ternyata satu orang kombo pekerjaan, di KTP tulisannya swasta, kurator, atau seniman?

Pemilik Blog Selasa 18 November 2025 ~ 20.57 Reply

Yang paling mudah ya seniman. Kalau kurator bikin bingung 😂
Seniman dan tabib adalah dua dari 88 pekerjaan yang diakui kantor. dukcapil

Tinggalkan Balasan