Namanya juga stiker, maka ditempelkan di mana saja

Masihkah Anda melihat stiker Taman Safari, TMII, dan Sea World pada kaca belakang mobil?

▒ Lama baca < 1 menit

Stiker Taman Safari para water boiler Akebonno — Blogombal.com

Stiker pada panci listrik penjerang air Akebonno berkapasitas 10 liter, dengan setrum 950 Watt itu masih baru. Minggu lalu belum ada. Saya membatin, namanya juga stiker maka sering kali orang merasa bebas menempelkannya di mana pun, termasuk pada tempat minum di bawah pohon tempat meriung.

Akan tetapi lamunan saya menjalar jauh. Saya beroleh kesan kini jarang kaca belakang mobil ditempeli stiker Taman Safari Indonesia (TSI). Apakah pemilik mobil sekarang, berusia 50 tahun ke bawah, sudah berganti selera, tak sudi mobilnya dilekati stiker promosi?

Pada masa kecil para pemilik mobil tersebut, bisa saja mereka mendukung penempelan stiker TSI di mobil ayahnya. Sudah tiga dasawarsa lebih TSI Bogor hadir. Banyak keluarga Jabodetabek yang berwisata ke sana.

Stiker lain yang kini tak pernah saya lihat tertempel pada kaca belakang mobil adalah Sea World Ancol. Padahal destinasi wisata itu masih buka. Demikian pula Taman Buah Mekar Sari. Namun stiker Taman Mini Indonesia Indah kadang masih saya lihat.

Bagi saya, semua foto stiker promosi pada kaca mobil dari setiap zaman adalah kepingan jejak sejarah. Coba Anda tengok arsip foto keluarga Anda yang menyertakan mobil. Mungkin ada stikernya entah apa.

7 Comments

Wiwied Jumat 21 November 2025 ~ 07.43 Reply

Salam Paman, semoga sehat² selalu.

Duluuu, di kaca depan mobil saya tempel stiker bertuliskan “NGGRGS” yang dibuatkan oleh kakak sahabat saya (saat itu membuat cutting sticker belum semudah sekarang)
Suatu saat, saya mengantarkan ayah saya ke pemakaman salah satu rekannya.
Saat menunggu, tiba² hujan – sementara jenazah belum datang.
Saya, ayah saya dan beberapa temannya akhirnya berteduh dalam mobil.
Saat teman ayah saya melihat stiker dari dalam mobil, ia mencoba membaca stiker tersebut dari dalam mobil dan kesulitan – karena tentunya tulisannya jadi terbalik.
Beliau bertanya pada saya, “Mas, itu apa bacanya, n-6-6-r-g-s? pasti ada artinya kan?
Ketika saya jawab, “Itu bacanya nggereges oom”, mereka terbahak² dan berkata, “Woooo, bapake katisen”

Terimakasih Paman, tulisan paman bisa membuat saya tersenyum sendiri pagi²

Pemilik Blog Jumat 21 November 2025 ~ 18.13 Reply

Halo Wiwied, suwun. Harapan yang sama untuk Njenengan. 🙏

Badu Selasa 18 November 2025 ~ 09.37 Reply

Barusan banget ada video lewat di timeline saya, cara melepas sticker yg sudah kadung nempel: disembur pakai hairdryer. Daya rekatnya mendadak hilang, dan sticker bisa dicopot mulus tanpa meninggalkan bekas. Itu kata videonya, saya sendiri belum nyoba. Kalau Mas Tyo udah nyoba, kabari ya 😀

Pemilik Blog Selasa 18 November 2025 ~ 09.55 Reply

Saya pakai penetrant macam WD 40. Kalo untuk emblem mobil harus dibantu senar atau kenur, pakai minyak kayu putih. Saya gak suka stiker mobil, termasuk stiker film kaca (glass film) yang sering disebut kaca film itu, karena saya gak dibayar untuk promosi dia. Dulu setiap ganti mobil, emblem di belakang juga saya copoti 😂. Kalo sekarang saya biarin.

Pemilik Blog Selasa 18 November 2025 ~ 09.56 Reply

Untuk bekas perekat bandel, 3M punya cairan khusus untuk itu. Bahan gampang menguap, ramah api.

Badu Selasa 18 November 2025 ~ 10.15 Reply

Ternyata jauh lebih ahli. Nguyahi segara ini namanya 🙈

Pemilik Blog Selasa 18 November 2025 ~ 11.28

Halah. Njenengan suka ngécé 🙈

Tinggalkan Balasan