Mendung, keinginan masa kecil, dan kamera ponsel

Kontras suasana saat langit barat disesaki mendung berat, pada tengah hari nan terik.

▒ Lama baca < 1 menit

Mendung gelap di langit barat saat siang bolong — Blogombal.com

Siang bolong dengan panas terik pukul 12.50 menghadirkan pemandangan menarik karena langit di timur mendung gelap, sementara bangunan yang ditimpa cahaya mentari dari barat tampak terang dengan pendar kontras. Sebenarnya bukan hal istimewa. Setiap orang pernah melihatnya.

Ketika saya masih SD pernah beberapa kali mencoba menggambar hal macam ini dengan pensil berwarna kemudian spidol berwarna. Gagal. Lalu saat SMP saya mencobanya dengan cat air. Juga gagal. Setelah itu saya bosan. Saya hanya membayangkan akan menarik jika saya foto.

Hanya membayangkan. Tanpa mencoba. Lalu lupa. Bahkan setelah belasan tahun memegang ponsel berkamera, dan sebelumnya lagi selalu mengantongi kamera saku, dari Casio, Kodak, Lumix, Samsung, Olympus dari kelas low-end miskin fitur saya tak melakukannya. Padahal saya hampir selalu memotret dengan setelan otomatis.

Mendung gelap di langit barat saat siang bolong — Blogombal.com

Belakangan, sekitar lima tahun, saya lebih boros jepretan. Memotret apa pun yang menarik. Hasilnya tak menarik, lalu saya hapus secara berkala, namun saya tak jera. Ponsel berkamera memanjakan impuls saya. Bahwa hasil ponsel saya yang berkelas murah meriah, tanpa NFC pula, bagi orang lain tak mengesankan biar saja, tetapi saya senang melakukannya.

Memotret hal tak penting dan kadang menceritakan hal tak penting dari jepretan saya di blog. Bagi saya menyenangkan. Lalu setelah itu lupa. Apalagi orang yang membaca blog saya. Peduli amat jika dibilang saya hanya memperkaya timbunan konten berkelas sampah digital.

Iseng memotret langit mendung menjelang hujan — Blogombal.com

Tinggalkan Balasan