
Orang bilang, kalau hanya membaca judul takkan mendapatkan keseluruhan isi. Ada juga yang bilang, di era media sosial kini judul pun sudah cukup karena mewakili isi. Tetapi suara lain mengatakan, judul ke utara dan isi bisa ke selatan karena jika menyangkut media berita tertentu umpan klik itu taktik demi trafik.


Maka saya mengikuti kebiasaan media sosial, cukup menampilkan tangkapan layar ponsel berisi judul. Misalnya setiap judul saya beri tautan pun belum tentu dibaca.


Tetapi saya tetap menyematkan video dari akun media berita yang jelas, karena inilah yang sesuai kebutuhan media sosial. Membaca teks bikin penat, tetapi melihat ringkasan berupa video — bahkan yang tak jelas konteksnya — lebih nyaman, yang penting tahu pokok masalahnya.

Maka bisa muncul video potongan, dari akun yang kurang jelas, atas nama berita yang kadang tak jelas dari mana sumbernya, namun sebagai konten yang sudah tercabut dari pelantar asal akan mudah dibagikan di aneka platform. Pada sebagian pengguna WhatsApp, kadang tautan ke laman web berbasis teks tak menarik, tetapi tautan ke platform non-peramban lebih praktis.

2 Comments
Berita tentang komentar dari Puan atau Bu Mega nggak ada sama sekali ya, Bang Paman?
Puan memilih tidak hadir di acara