
Tukang sedot WC adalah contoh orang gigih dalam mempromosikan diri. Mereka tak pernah lelah menempelkan stiker. Jika perlu mereka akan main timpa, menumpukkan stiker baru pada di atas stiker lama, bahkan stiker yang juga sudah bertumpuk.
Lalu stiker pertama dan kedua apakah sama pemiliknya? Saya tidak tahu dan tiada minat mencari tahu. Namun saya yakin mereka lebih suka menempelkan stiker di rumah orang, bukan di rumah sendiri. Saya bisa menyebut stiker ini bertumpuk tiga karena saat masih dua tumpukan saya pernah memotret dan mengeposkannya di blog ini.
Adakah ciri khas stiker sedot WC? Mereka generik, tak punya jenama, berupa nama diri maupun nama usaha. Tetapi kalau mereka kita yakni bernama Sedot WC mereka tak terima. Sungguh bisnis yang ganjil.
Lalu kenapa stiker ini saya biarkan? Oh, tempelan tersebut melekat pada tembok pagar tetangga sebelah, di depan samping pintu gerbang saya. Dari arah rumah tetangga tak terlihat. Namun saya akan menjadikannya sebagai ancar-ancar alamat rumah saya. Eh, bukannya malah bikin bingung, karena stiker macam itu ada di mana-mana? Iya juga sih.


