
Secara konotatif jantan bermakna positif. Misalnya berani menghadapi masalah, siap bertanggung jawab, gagah perkakas, dan seterusnya. Mungkin karena budaya patriarki maka ada citra seperti itu padahal betina juga dapat melakukan hal serupa. Dalam urusan seksual, jantan identik dengan libido meluap dan durasi, bahkan mungkin tanpa peduli apakah pasangannya menderita.
Nah, ketika melewati toko daging ayam saya menahan tawa karena melihat layar teks LED berjalan menampilkan tulisan ayam ungkep pejantan. Kaum pemuja mitos keunggulan pria bisa kecewa. Jantan kok cuma bisa buat lauk — termasuk lauk MBG, makan berjantan gemulai, artinya digulai.

Dalam peternakan ayam petelur, ayam pejantan tidak berfungsi sesuai atributnya. Tanpa si jantan, ayam betina tetap bertelur. Huh, kasihan nian si pejantan malang, yang sudah tentu bukan arema: kadung menetas sebagai ayam jantan.
Dibandingkan pejantan petelur, masih mendingan belalang jantan, usai bercinta dia akan dilumat betina. Sekali berarti sudah itu mati, kata Chairil Anwar. Sekali menikmati sensasi makhluk dewasa, setelah itu tamat — namun masih bisa mempersembahkan protein tubuhnya untuk betina yang dia buahi. Dialah si jantan tanpa poligami maupun menempuh promiskuitas pra-dan-ekstra-marital.
Bagaimana perbandingan daging ayam pejantan dari korps petelur dengan daging ayam kampung maupun ayam broiler, sila simak arsip Orami.

2 Comments
Daging ayamnya mungkin alot, tapi gurih gitu yak?
Menurut Orami:
Ayam ini dipelihara dengan kandang dan pakan khusus, serta diberi tambahan vitamin untuk memastikan kualitas daging yang baik.
Daging ayam pejantan memiliki tekstur yang lebih padat dibandingkan ayam negeri, namun lebih lembut dibandingkan ayam kampung.
Warna kulitnya putih bersih, dan ukurannya lebih kecil, membuatnya sering dijadikan alternatif bagi Moms yang mencari cita rasa daging yang unik dan berbeda.
Ayam pejantan sering kali menjadi pilihan favorit di restoran atau rumah makan karena teksturnya yang khas dan rasa yang lezat.