Pisang yang dijual eceran per buah

Bukan hanya di minimarket dijual pisang eceran. Di warung kampung juga ada.

▒ Lama baca < 1 menit

Pisang tanduk eceran di warung sayur Mas Jepri — Blogombal.com

Di warung sayur langganan ada beberapa sisir pisang. Ada satu jenis pisang yang tinggal dua buah, harga satuan Rp2.000. Jarang orang membeli pisang tanduk satu sisir karena ini pisang yang panjang dan besar ini buah olahan, bukan pisang meja. Membeli eceran pun tak soal.

Saya tak tahu ada berapa jenis pisang di Indonesia. Untuk pisang goreng, saya lebih suka pisang kepok kuning, dicampuri telur. Adapun pisang tanduk saya ketahui setelah di Jakarta. Teman saya bilang, orang Jawa menyebutnya gedhang byar atau gedhang byak karena seperti kipas yang terbuka, di pohon ngebyak kabèh, meninggalkan jantungnya.

Pisang tanduk di pinggir jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com

Seingat saya, saya belum pernah mencoba makan pisang tanduk yang belum diolah. Kalau pisang kepok matang pohon saya doyan — bukan dalam arti suka maupun ketagihan. Begitu pun pisang kepok yang matang karena waktu. Matang tetapi mentah, bagaimana itu? Sebagai buah sudah matang, namun belum dikukus, direbus, digoreng, maupun dibakar.

10 Comments

Junianto Kamis 7 Agustus 2025 ~ 16.22 Reply

Dulu saya rutin tiap hari makan pisang tapi belakangan ganti apel karena, menurut beberapa referensi yang saya baca, untuk kesehatan ginjal lebih baik apel (karena kaliumnya rendah) daripada gedhang.

Pemilik Blog Kamis 7 Agustus 2025 ~ 18.51 Reply

Leres. Apel lebih baik.

Badu Kamis 7 Agustus 2025 ~ 15.47 Reply

Gedhang. Digeged sakbubare madhang. Gedang dalam bahasa Sunda artinya malah pepaya.

Pemilik Blog Kamis 7 Agustus 2025 ~ 18.53 Reply

Nah itu yang saya bingung, soal gedang dalam bahasa Sunda. Kalo pepaya dalam bahasa Banyumas adalah gandul.

BTW makan pisang setelah nasi kok tambah kenyang ya 😉

mpokb Rabu 6 Agustus 2025 ~ 23.35 Reply

Murah banget itu tanduk dua ribu perak per buah, Bang Paman. Ngabisin stok mungkin yak.. Biasanya di tempat saya 5-7 ribu

Pemilik Blog Kamis 7 Agustus 2025 ~ 03.25 Reply

Mungkin ngabisin stok ya. BTW kalo pas Ramadan harga pisang tanduk naik Mbak Mpok

Ndik Rabu 6 Agustus 2025 ~ 17.12 Reply

Kawista Dan raja nangka, Salah satu itu selalu ada di meja Dulu saat simbah Masih ada, kapok juga standby di kulkas atau pawon entah untuk digodhok, goreng atau pakan jalak. Jarang Saya sentuh Karena nggak gitu suka buah kecuali ngelih tengah wengi, hajar kabeh termasuk ujug2 nglethak isi gedhang watu

Pemilik Blog Rabu 6 Agustus 2025 ~ 17.57 Reply

Kawista kini cuma dikenal sebagai sirop ya.
Gedhang watu itu pisang kluthuk kan? Daunnya disukai orang dapur.

Rudy Rabu 6 Agustus 2025 ~ 14.57 Reply

Saya tidak begitu suka pisang yang dijual satuan di minimarket itu (pisang Cavendish), yang menurut saya rasanya artifisial. Ini soal selera saja.
Di Seram dulu ada pisang yang warna daging buahnya merah. Menurut Pak Sutrisno, yang ahli botani, itu adalah pisang tongkat langit. Harus diolah dulu sebelum dimakan. Di Indonesia kita tidak membedakan antara pisang yang langsung dimakan (banana) dengan pisang yang harus diolah dulu sebelum disantap (plantain).

Pemilik Blog Rabu 6 Agustus 2025 ~ 17.02 Reply

Aha. Cavendish dan ambon ya enak ambon 😇
Waktu saya di Seram gak disuguhi pisang merah.

Tinggalkan Balasan