
Di warung sayur langganan ada beberapa sisir pisang. Ada satu jenis pisang yang tinggal dua buah, harga satuan Rp2.000. Jarang orang membeli pisang tanduk satu sisir karena ini pisang yang panjang dan besar ini buah olahan, bukan pisang meja. Membeli eceran pun tak soal.
Saya tak tahu ada berapa jenis pisang di Indonesia. Untuk pisang goreng, saya lebih suka pisang kepok kuning, dicampuri telur. Adapun pisang tanduk saya ketahui setelah di Jakarta. Teman saya bilang, orang Jawa menyebutnya gedhang byar atau gedhang byak karena seperti kipas yang terbuka, di pohon ngebyak kabèh, meninggalkan jantungnya.
Seingat saya, saya belum pernah mencoba makan pisang tanduk yang belum diolah. Kalau pisang kepok matang pohon saya doyan — bukan dalam arti suka maupun ketagihan. Begitu pun pisang kepok yang matang karena waktu. Matang tetapi mentah, bagaimana itu? Sebagai buah sudah matang, namun belum dikukus, direbus, digoreng, maupun dibakar.
Jenis-jenis pisang dalam bahasa Inggris
cc: @newsplatter pic.twitter.com/rWS8ckoCZu
— Poltak Hotradero (@hotradero) August 11, 2021


10 Comments
Dulu saya rutin tiap hari makan pisang tapi belakangan ganti apel karena, menurut beberapa referensi yang saya baca, untuk kesehatan ginjal lebih baik apel (karena kaliumnya rendah) daripada gedhang.
Leres. Apel lebih baik.
Gedhang. Digeged sakbubare madhang. Gedang dalam bahasa Sunda artinya malah pepaya.
Nah itu yang saya bingung, soal gedang dalam bahasa Sunda. Kalo pepaya dalam bahasa Banyumas adalah gandul.
BTW makan pisang setelah nasi kok tambah kenyang ya 😉
Murah banget itu tanduk dua ribu perak per buah, Bang Paman. Ngabisin stok mungkin yak.. Biasanya di tempat saya 5-7 ribu
Mungkin ngabisin stok ya. BTW kalo pas Ramadan harga pisang tanduk naik Mbak Mpok
Kawista Dan raja nangka, Salah satu itu selalu ada di meja Dulu saat simbah Masih ada, kapok juga standby di kulkas atau pawon entah untuk digodhok, goreng atau pakan jalak. Jarang Saya sentuh Karena nggak gitu suka buah kecuali ngelih tengah wengi, hajar kabeh termasuk ujug2 nglethak isi gedhang watu
Kawista kini cuma dikenal sebagai sirop ya.
Gedhang watu itu pisang kluthuk kan? Daunnya disukai orang dapur.
Saya tidak begitu suka pisang yang dijual satuan di minimarket itu (pisang Cavendish), yang menurut saya rasanya artifisial. Ini soal selera saja.
Di Seram dulu ada pisang yang warna daging buahnya merah. Menurut Pak Sutrisno, yang ahli botani, itu adalah pisang tongkat langit. Harus diolah dulu sebelum dimakan. Di Indonesia kita tidak membedakan antara pisang yang langsung dimakan (banana) dengan pisang yang harus diolah dulu sebelum disantap (plantain).
Aha. Cavendish dan ambon ya enak ambon 😇
Waktu saya di Seram gak disuguhi pisang merah.