
Sudah jamak jika orang menyebut “rasa mango” untuk permen, es krim, sampai rokok berperisa mangga. Semua orang paham maksudnya. Janganlah Anda menyebut mempelam karena kata itu hanya dikenal wong lawas dan penggemar TTS. Jika orang salah dengar bisa mengira mempelam itu sebutan lain untuk mempelai.
Bahasa Inggris punya kata mango karena menyerap bahasa Portugis, manga. Masih simpang siur, orang Portugis menyerap dari Bahasa Melayu, mangga, ataukah dari bahasa Malayalam di India, māṅṅa. Carolus Linneaus mendeskripsikan Mangifera indica pada 1753.
Tadi di warung sayur saya lihat mangga berstiker “manggo”. Sesuai benar dengan pelafalan. Penulisan menirukan bunyi. Di lokapasar ada saja produk dengan keterangan berwarna “oren”. Saya pernah dikoreksi saat mengucapkan “oranye”, dianggap aneh dan salah. Bilang “jingga” malah ditanya, “Itu apa?” Hal serupa terjadi pada warna “jambon” “yang dianggap ndesit, orang lebih paham “pink”.
Yah, bahasa seseorang ditentukan oleh sarapan informasi, di dalamnya menyangkut membaca dan mendengar. Kepedulian terhadap bahasa dan juga ditentukan oleh rujukan lingkar pergaulan.
Berkumpul hanya dengan orang mengandalkan pendengaran, termasuk dari video media sosial, dapat menghambat penguasaan bahasa — dalam hal ini setidaknya bahasa Indonesia, maka ada orang hingga dewasa masih menyebut “se-ker-taris” dan “kom-som-si” serta “frus-ta-si” — dan bahkan “kol-po-ret”. Berbahagialah anak yang sejak kecil sering dikoreksi ayah dan ibunya dalam mengeja kata.

5 Comments
Belakangan ini saya suka pakai kata “jambon”. Biarin dah dianggap jadul atau ndesit, yg penting ada di KBBI dan hemat karakter 😄
Bapak dulu rewel sekali soal penulisan “di” dan penggunaan kata “kita”, “kami” dan “kalian”.
Ibu saya dulu sering mengoreksi bahasa saya. Saya ingat ketika SMP diingatkan bahwa yang benar itu frus-tra-si, bukan frus-ta-si.
Waktu saya SMA, Bapak bilang yang benar itu “anggota staf”, jangan cuma staf saja, karena staf itu sesuatu kesatuan kolektif, dan bahasa Inggris membedakan “staff” dan “staf member”.
Dulu kata nuansa sering muncul dalam artikel seni rupa, lalu Keenan Nasution bikin lagu “Nuansa Bening”. Saya tanya arti nuansa ke Bapak, dan dijawab itu serapan Indonesia untuk kata dalam bahasa Inggris “nuance”.
Soal kami dan kita, di kantor terdahulu saya mereviu showreel, berupa video untuk acara produk kami. Sepasang talent eh pemeran bergantian menyebut “kami” dan “kita”.
Saya tanya siapa yang bikin script, dan ya gitu deh, orang PH dan orang bisnis kami saling mengelak. Saya minta retake lalu remake.
Pembuat video dan orang bisnis nggak tahu perbedaan kami dan kita. Padahal sarjana semua, ada yang S2. Kalo saya sih cuma S doger.
Dan bahasa sebagai suatu komponen structure yg berkembang akan diperbaharui (diterima khalayak Dan para ahli Bahasa itu) dengan kata2 slang dan kata2 salah yg sudah terlalu jamak dan susah meluruskannya.
Contoh simpel Banyak yg Salah arti dengan Kata2 tua ini: Bilamana
Kata “bilamana” diakui oleh KBBI