
Kardus paket bisa saya lipat, kumpulkan, dan berikan kepada seseorang. Demikian pula botol-botol plastik. Tetapi amplop plastik dengan bantalan gelembung udara (bubbles) cetat-cetit?
Paket kecil atau tipis biasanya dikirim dalam amplop yang disebut mailer. Setelah barang kita keluarkan, saya tak tahu akan mengapakan si amplop selain membuangnya, seperti terhadap amplop cokelat wadah tisu galon.

Memang sih mailer bisa dipakai lagi. Tapi kapan akan kita lakukan untuk mengirimkan sesuatu? Padahal kalau disimpan di laci akan bikin sesak. Nyusuh, kata istri saya. Dari kata dasar bahasa Jawa susuh, yang berarti sarang burung, nyusuh adalah menimbun aneka barang tak berguna.
Kalau tas plastik kedai kopi Tomoro, yang ada lapisan foilnya, bisa kita pakai lagi. Misalnya untuk mengirimkan makanan. Lha kalau amplop bernama mailer piyé?


