Jambu air di meja teras gereja

Ada rasa senang menemukan sebutir buah tanpa perasaan mencuri.

▒ Lama baca < 1 menit

Jambu air di meja teras GKJ Pondokgede, Pondokmelati, Kobek — Blogombal.com

Dari tempat parkir yang sepi saya lihat di teras gereja ada sebutir jambu air tergeletak di sudut meja. Tadi malam tak ada kegiatan, tak ada latihan paduan suara maupun gamelan, hanya ada beberapa remaja datang untuk mengikuti katekisasi. Jadi, itu jambu siapa?

Satpamwan tak peduli. “Ambil aja, Pak,” katanya. Jambu itu jatuhan dari pohon di pelataran gereja. Si buah tidak retak. Di sana juga ada pohon mangga dan rambutan.

Jambu air di meja teras GKJ Pondokgede, Pondokmelati, Kobek — Blogombal.com

Orang yang datang kemudian juga tak memedulikan jambu itu. Maka dengan ringan hati saya ambil buah itu. Lalu setelah urusan selesai, jambu itu saya bawa pulang. Saya tidak merasa mencuri. Semoga tak menjadi bahan ajar di sekolah Minggu tentang seorang bapak mengambil buah tak bertuan maupun tak bernyonya.

Jambu air di meja teras GKJ Pondokgede, Pondokmelati, Kobek — Blogombal.com

Enakkah? Biasa saja. Kurang manis dan cenderung asam. Tak semanis dan semerah jambu jamaika, bahkan tak sebesar yang dulu beberapa kali dibawakan sejawat dari petikan pohon sendiri. Namun ada rasa senang menemukan buah. Entah kenapa. Mungkin itu endapan sensasi masa bocah. Barangkali Anda sebagai orang dewasa juga pernah mengalami?

Jambu bol jamaika dari kawan — Blogombal.com


A post shared by Kolektor Rokok (@kolektorrokokid)

2 Comments

mpokb Rabu 25 Juni 2025 ~ 21.24 Reply

Jambu air tapi kok seperti jambu bol ya, Bang Paman? Sayang jambu bol sudah jarang dijual..

Pemilik Blog Kamis 26 Juni 2025 ~ 00.24 Reply

Sebenarnya ini jambu bol, salah satu jenis jambu air yang umumnya jambon eh pink — mungkin dari sana asal kata merah jambu

Tinggalkan Balasan