
Apa? Acara lotisan? Kesan saya itu acara ibu-ibu senior, dan sekarang pun jarang. Lotis adalah rujak potong, untuk membedakannya dari rujak serut dan rujak rujak ulek.
Pria doyan — dalam arti bisa menikmati, bukan keranjingan — lotis dan rujak namun biasanya penggemar lotisan adalah perempuan. Lotisan menjadi tema untuk berkumpul. Buah dan sambal disiapkan sendiri. Hidangan tambahan berupa camilan kering juga diharapkan ada.

Misalnya pun cowok terlibat lotisan biasanya karena mengantar dan menjemput, tanpa kehadiran berlama-lama. Cewek-cewek teman SMP, SMA, dan kuliah saya senang lotisan. Ibu-ibu dulu juga. Foto-foto jadul pradigital bisa menjadi bukti kalau gambarnya masih selamat belum diserang jamur.
Perempuan generasi milenial dan yang lebih muda tentu masih suka lotis dan rujak. Tetapi untuk lotisan tampaknya tidak. Bukan hanya karena ada Gofood dan Grab Food tetapi pilihan acara meriung lebih banyak. Sarana pendukung mobilitas juga kian beragam. Ngopi bareng lebih menjadi tema, demikian pula makan bersama di kedai sejuk.

Tentang rujak, saya kehilangan satu hal: es mambo rujak. Sampai medio 1990-an masih ada warung pracangan penyedia es mambo rujak di kompleks saya. Bikinan Bu Warung.

4 Comments
Es mambo rujak merek Brasil setahu saya masih ada, Bang Paman. Made in Purwokerto..
Oh baru tahu merek itu saya. Kenapa bukan Puerto Rico ya? Enak kayaknya ya, kok masih bertahan
Es mambo rujak memang fenomenal: dingin, segar, manis.. tapi pedas.. tapi enak.
Sangat betul 👍👏💯
Saya yang gak tahan pedas saja suka 😇