Orang bengkel sepeda dan lokapasar menyebut bike pegs ini jalu pijakan kaki. Jalu adalah taji. Merupakan ekstensi as, dulu sebelum ada BMX, saya saat bocah kadang diboncengkan teman, pakai sepeda jengki, dengan berdiri pada jalu di belakang.
Kalau ingat itu saya ngeri. Bagaimana kalau jalu itu patah? Bisa membahayakan saya. Namun teman saya dulu bilang aman, pijakan tersebut kuat. Memang terbukti saya tak celaka gara-gara jalu bengkok apalagi patah.
Beberapa waktu lalu, ketika saya melihat sebuah sepeda perempuan dengan jalu di sebuah teras rumah, saya teringat faktor keamanan. Apakah semua jalu yang banyak dijual itu aman, dalam arti sekuat jalu untuk beraksi dengan BMX?
Lapak di lokapasar tak menyebutkan kapasitas daya angkut beban statis. Di lokapasar luar negeri, disebut daya angkut 100 kg. Misalnya jalu di Amazon Inggris.
Lalu apakah saya pernah mendengar ada anak cendera karena jalu yang diinjaknya patah? Belum. Namun makin tua saya makin mudah khawatir. Anda yang memiliki anak kecil atau keponakan, atau malah cucu, mungkin punya kekhawatiran yang sama.
Begitu banyak produk dengan spesifikasi tak jelas, sehingga kunci rem cakram sepeda lipat pun patah begitu saya dorong sepedanya.
4 Comments
Dulu buanget saat saya masih bocah saya juga sering mekangkang di atas jalu pit. DUMP.
Sekarang membolehkan para cucu begitu gak? 🙏😇
Putu mbarep, kelas 4 SD, Mas Arka, punya dua sepeda mini lungsuran dari adik perempuan saya, tapi enggak pernah pit-pitan😁
Cucu kedua, Mbak Ara, kelas tiga SD, enggak punya sepeda, saya tidak tahu dia bisa enggak numpak pit. Kayaknyabelum bisa.😁
Semoga mereka bisa menikmati masa kanak-kanak tanpa terbebani kurikulum 🙏