Masker dan hand sanitizer bukan hal baru. Sebelum Covid-19, sudah biasa jika seseorang ketika naik ojek mengenakan masker, kalau tak disediakan oleh tukang ojek ya merogoh sendiri dari tas atau kantong baju. Bahkan ketika menggunakan kendaraan sendiri pun ketika sedang flu, orang masuk ke kantor sudah bermasker.
Untuk penyanitasi tangan, sebelum pandemi juga susah biasa orang berbekal itu dalam tas kerja. Atau, kalau tak membawanya, setibanya di kantor dia langsung ke wastafel. Hal serupa berlaku ketika ke mal dan ke kedai.
Bagaimana jika tak membawa penyanitasi tangan? Percayalah pada kekebalan alami diri. Begitu pun setelah bersalaman dengan orang. Sayang, Covid-19 meruntuhkan keyakinan itu.
Meskipun demikian, ada bagusnya setelah ada virus korona. Banyak kedai menyediakan penyanitasi tangan. Memang ada sih kedai yang sejak dahulu menyediakan handuk hangat untuk tangan atau tisu tebal basah sebagai sambutan di meja.
Yang penting botol dan isinya jangan dibawa pulang. Kalau isinya saja mungkin boleh.
3 Comments
Sejak pandemi selalu ada penyanitasi tangan di meja di teras rumah saya, pun di meja dalam rumah, dapur dan garasi.
Selain itu, saya sendiri selalu membawa satu botol kecil dalam ransel, plus beberapa masker.
Sipppp. Toppp 👍💐🙏
Halah. Biasa, Paman.