↻ Lama baca < 1 menit ↬

Manuver Nasdem tetapkan Andika Perkasa, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan

“Pinter ya Surya Paloh? Pemilik kursi urutan keempat di DPR, sepuluh persen, langsung buka kotak.”

“Daripada saling tunggu, toh tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai, ya lebih baik tunjuk nama bakal capres. Baru bakal, belum calon. Partai lain, terutama yang punya kursi lebih banyak di parlemen tapi nggak punya bakal kandidat dengan elektabilitas tinggi, akan lebih jelas dalam menakar peluang dan mengomunikasikan peluang. Gerindra, si nomor dua, yang punya 13 persen kursi di DPR, punya calon, ya sang bos besar, tapi kan butuh partai lain juga buat dapetin 20 persen. PDIP si nomor satu kalau dikepung juga kalah jumlah.”

“Dari tiga orang itu, siapa yang punya peluang gede?”

“Yang nggak ada peluang kayaknya Ganjar. Dia sudah bilang sebagai kader ya taat sama partai, nggak mungkin ikut pilihan partai lain. Kalo Andika kayaknya belum keliatan minat banget, lagian masih anggota TNI, kecuali nanti setelah pensiun. Akhir tahun ini usianya 58 tahun.”

“Anies dong?”

King maker lain, JK, bilang di acara Nasdem, butuh calon yang paham ekonomi dan masalah internasional. Dari tiga orang itu cuma Ganjar yang punya partai, maksud inyong partai memiliki dia.”

“Hahahaha.”

“Kalau AHY dan Puan?”

“Masing-masing di bawah naungan pemilik partai yang juga king makers.”

“Banyak amat ya penentu raja.”

¬ Gambar praolah: belum diketahui pasti, selain Ganjar dari akun Instagram @ganjar_pranowo

Copras-capres dan fan clubs