↻ Lama baca < 1 menit ↬

Kompleks Oidipus: pria menyukai wanita yang lebih tua

Selesai makan siang, ngobrol ceria penuh tawa, akhirnya Jeng Titis Sarehwati mengungkapkan apa yang dia pendam. Dengan tangis, bertutur terbata-bata, sampailah ke puncak cerita: Sinyo Bagus, putra bungsunya, dari dua anak laki-laki dan satu perempuan, akan menikah dengan perempuan yang lebih tua, “Udah janda lagi.”

Kamsi hanya menyimak. Kamso juga, tetapi untung bisa menjauh karena ada telepon masuk. Pembicaraan selanjutnya dia tak tahu. Namun sebelum pulang, Jeng Titis sempat berpesan kepada tuan dan nyonya rumah, “Yu, Mas Kam boleh tahu. Siapa tahu bisa kasih pendapat.”

Singkat cerita, Sinyo yang 24 tahun akan segera menikahi Kembang Sepatu, 40+, seorang janda tanpa anak, demi cinta dan janin yang sudah hadir. Tetapi ibunya tak setuju. Alasan yang ditirukan Kamsi, “Anak lanangku dapet wong tuwèk.”

Sebagai single mom selama likuran tahun, Jeng Titis merasa gagal mengasuh anak.

“Menurutmu piyé, Mas?” tanya Kamsi.

Jawaban Kamso normatif, kalau sudah cinta, apalagi misalnya sudah ada buah kasih di perut bunda, ya dilembagakan saja. Yang bersiap menjalani perkawinan sudah dewasa.

Kamsi pun berbelok masalah, “Dulu Mas Kam yang ajarin Sinyo nyetir mobil kan? Nggak nyangka si ganteng lucu jadi begitu…”

“Aku cuma mengarahkan, dia sudah bisa, tapi masih bawah umur.”

Usai nostalgia ihwal Sinyo saat masih bocah, Kamsi kembali ke topik, dengan kunci, “Kok bisa sih?”

“Lha ya bisa.”

Lalu sambil mengecek bio artis, Kamso bercerita, dahulu Adi Bing Slamet yang berumur 22 menikahi Eva Arnaz yang sudah 31. Cliff Sangra yang masih 19 tahun menikahi Suzzanna yang sudah 41.

“Kok pake contoh artis sih, Mas?”

“Emmanuel Macron waktu umur 30, sebagai lajang, menikahi Brigitte Marie-Claude, janda, bekas gurunya di SMA, yang udah 54.”

¬ Gambar praolah: Shutterstock

Anakku dapat janda, piyé iki?

Perawan Lebih Menawan, Janda Lebih…