↻ Lama baca < 1 menit ↬

Kutipan langsung dalam laporan jurnalistik Kompas

Laporan jurnalistik membutuhkan kutipan langsung agar tulisan lebih hidup. Tetapi koran Kompas, yang tertib dalam berbahasa itu, kadang terlalu tertib dalam memperlakukan kutipan langsung dari narasumber. Lihatlah contoh dalam gambar.

Pukul 07.00, apalagi 22.00, jarang muncul dalam percakapan informal sehari-hari. Jam tujuh, itu lebih mungkin. Jam sepuluh malam lebih sering diucapkan — kadang tanpa tambahan “malam” jika konteks tuturan sudah menunjukkan malam — ketimbang pukulan dua puluh dua nol nol. Dalam percakapan HT orang keamanan, pukul dua dua nol nol wajar jika terucapkan. Kadang malah pukul dua dua kosong kosong.

Sejak dulu saya heran dengan kutipan langsung di Kompas karena gaya bahasanya sangat berperisa tulis. Saat menulis di luar blog, saya menggunakan “akan tetapi” pada awal paragraf, namun dalam kutipan langsung Kompas, dari narasumber di luar seminar, dua kata itu bisa muncul.

Dulu pada era Srimulat untung ada Gepeng, ucapan “akan tetapi…” yang dilontarkan bersengaja dapat mengundang tawa.