
Peturasan bersih dan kering itu harus. Kalau terang akan lebih nyaman. Tapi desain interior di toilet Blitz Megaplex (kini: CGV) di Grand Indonesia, yang saya jepret 2007 ini berdinding hitam. Untunglah tata cahaya bagus, orang yang sedang pipis bisa mengarahkan pancaran air seninya dengan pas, tidak berceceran sehingga merepotkan petugas kebersihan.
Saya membayangkan orang setelah nonton film horor kebelet pipis, tapi di toilet tak ada orang. Lalu saat dia pipis ada tangan menepuk bahu, tanpa badan.
Saat itu GI masih baru, belum semua toko buka, tapi bioskop dan kedai sudah, sehingga saya ingin tahu suasananya.


10 Comments
jadi ingat toilet di salah satu resto “mewah”, pipisnya menghadap cermin..
https://matriposterous.wordpress.com/2009/07/21/toilet-de-batavia-cafe/
Hahahaha, kamu sudah dilongok saat pipis Zam?
Tangan tanpa badan….
Jadi inget, malam Minggu dua hari lalu ke Grapari di sebuah mal di Solo Baru bersama istri naik taksi online.
Saat pulang, masih di halaman mal, dalam taksi terdengar suara tawa hi hi hiiii pelan, berulang-ulang. Saya dan istri tak peduli karena mengira itu keluar dari peranti dalam taksi (speaker atau lainnya).
Saat mobil sudah di luar mal, suara tawa itu hilang, lalu saya tanya Mas Sopir, kok tadi ada suara tawa menakutkan berulang-ulang? Lha dia menjawab, “Tadi saya juga mau tanya bapak sama ibu, kok ada suara tawa cekikian, apa dari ponsel bapak atau ibu?”
Menurut sopir ada speaker di mobilnya tapi saat itu dia tidak menghidupkan alat pemutar musik atau apapun. “Niku mboten kulo uripke,” katanya sambil menunjuk peranti pemutar musik.
Waaaaaa di jalan apa itu? Menarik ini. Atau suara dari dalam bagasi?
Di dalam halaman Hartono Mal Solo Baru saat taksi online membawa kami mau keluar mal.
Nggak tahu suara apa, Paman. Sependengaran saya, suara itu dari belakang sebelah atas, bukan bagasi (bawah).
Mas sopir bilang pakai subwoofer dan ditaruh di belakang. Tapi dia menunjukkan bukti tidak menyetel pemutar lagu atau alat apapun kecuali ponsel untuk aplikasi gocar. Dia juga heran karena dia dengar pula suara itu.
Saya bawa ponsel, dalam saku kiri depan jin. Istri bawa ponsel dalam tas yang ditaruh di bawaj.
Wah menarik ini 👍💯
Betul, Paman.
Tapi saya nggak berani mbikin konten karena gimana, gitu.
O ya waktu itu belum jam sembilan malam, Mas Sopir yang tampak jadi takut, setelah menurunkan saya dan istri bilang mau langsung pulang saja, nggak narik lagi, lalu bilang, “mugo-mugo kulo perjalanan dugi nggriyo mboten enten nopo-nopo.”
🙏