Akhirnya memotret dalam toko itu hal biasa

Kamera berponsel dianggap biasa. Toko tutup mata, toh mereka punya CCTV. Kalau kedai malah senang difoto.

▒ Lama baca < 1 menit

Dilarang memotret dalam toko Indomaret

Saya lahir terlalu dini sehingga mengalami ngeblog lebih awal sebelum ponsel berkamera menjadi barang lumrah. Versi awal BlackBerry berkamera saya dulu pun hasilnya tak memuaskan. Sementara ponsel Android yang saya miliki pada 2012, tapi keluaran 2010, memorinya ngos-ngosan untuk menyimpan foto.

Maka sampai 2015 saya selalu memotret dengan kamera saku, padahal saat itu saya prei ngeblog. Dulu memotret dengan kamera saku, saat ponsel berkamera belum ada, sering menuai masalah dengan satpam mal dan pegawai rumah makan serta satpam lobi bioskop. Posting lawas saya tentang toko dan rumah makan saya hasilkan dengan kamera saku.

Salah satu hal yang saya ingat adalah saat memotret deretan TV di Carrefour yang menayangkan siaran langsung upacara kenegaraan dari kamera yang saya tumpangkan pegangan troli. Anak saya berbisik, “Awas Pak kita diawasi.” Empat lima petugas menuju ke arah saya. Kami segera keluar tanpa berlari.

Kini juragan toko dan rumah makan biasa saja kalau ada berfotoria, bahkan bisa untuk berpromosi, apalagi mereka punya CCTV.

Toko dan Kedai Masa Kini Harus Ramah Narsisis*

Dilarang Memotret

Jendela Kedai (dan Blog) Kita

5 Comments

Zam Minggu 10 April 2022 ~ 23.33 Reply

sedang ramai di Twitter soal “memotret pake lensa tele harus izin”, padahal aturannya tidak ada.. https://twitter.com/rezakuscar/status/1512759126421430272 😅

Pemilik Blog Senin 11 April 2022 ~ 10.05 Reply

Iya tuh. Tapi kalo tele 300 atau lebih bisa ganggu pemulangan 🙈

Junianto Selasa 5 April 2022 ~ 05.50 Reply

Betul, juragan toko (diwakili satpam atau karyawan) tak lagi melarang orang jeprat-jepret dalam toko, meski ada tanda larangan memotret tertempel.

Nah, apakah tanda itu hanya “formalitas’, meneruskan kebiasaan lama ya?

Pemilik Blog Selasa 5 April 2022 ~ 12.36 Reply

Tanda kamera coret itu untuk pemotretan dan syuting serius. Ukuran serius gak ada sih.

Sudah biasa, misalnya suami motret barang di supermarket, lalu nelepon istri, “Yang ini ya, Bojo?”

Atau perempuan bingung milih sepatu di toko lantas nelepon putrinya.

Ini jenis yang gak serius. Tapi begitu selfie buat vlog, apalagi orang lain yang ngesyut, “Halo gaes, saat ini aku…”, nah ini termasuk serius. 🤣

junianto Selasa 5 April 2022 ~ 13.40 Reply

Ukurannya serius jika bukan untuk urusan personal (suami-istri, ibu-anak, dan seterusnya).😁

Tinggalkan Balasan