↻ Lama baca < 1 menit ↬

Iklan rokok Juara: manis di bibir, gurih di lidah

Rokok pabrik yang berizin adalah barang legal. Investasinya boleh, komunikasi pemasarannya juga, yang penting ada aturan yang jelas. Itulah fungsi regulasi, tak harus melarang total bidang apapun, karena yang diperlukan adalah pembatasan dengan sanksi tegas, termasuk salah soal iklan rokok.

Kalau melihat poster kedua merek baru rokok ini, manakah yang lebih melanggar rambu? Etika Pariwara Indonesian menyebutkan, iklan rokok “tidak merangsang atau menyarankan orang untuk merokok”.

Gudang Garam merah sudah meninggalkanmu slogan “harum, gurih, nikmat” — setelah berganti beberapa versi, kini menggunakan “nyalakan merahmu”. Dji Sam Soe sudah menghilangkan kata-kata “bila mengisap rokok lain mendapat batuk, mengisap rokok ini segera tahu faedahnya” dalam bungkus rokok.