↻ Lama baca < 1 menit ↬

Tukang sayur mengira saya dapat duit dari ngeblog

Mbakyu Sayur tadi pagi datang setelah saya rampung ini dan itu. Istri saya keluar dari rumah, lalu bersama ibu lain bertransaksi. Tadi entah kenapa saya ingin memotreti gerobak sayur itu. Akhirnya Mbakyu, yang ternyata berjualan sejak hampir 30 tahun lalu, menanya saya, “Kok suka motreti to, Oom?”

Istri saya menukas, “Biasa, buat konten, Mbak.” Maksud istri saya blog.

Maka si Mbakyu girang, “Wah wajah saya masuk YouTube. Kalo banyak yang nonton dan suka konten Pak Antyo, duit bakal datang. Bisa kayak Atta Halilintar dan Ria Ricis.” Dia menyebut saya Oom dan Pak.

Tukang sayur mengira saya dapat duit dari ngeblog

Istri saya malah menimpali, “Oh malah kayak Raffi Ahmad, Mbak. Hahaha!”

Si Mbakyu makin bersemangat. Bercerita konten siapa saja dan tentang apa yang dia suka. Setelah reda, saya bilang, “Konten saya bukan buat YouTube kok Mbak. Kalo buat YouTube, Mbakyu berhak dapat bayaran soalnya wajahnya mendatangkan duit buat saya.”

Untung dia tak menanya, kalau bukan untuk YouTube lantas buat apa dan di mana. Saya bisa kerepotan menjelaskan apa itu blog, juga untuk tetangga. Si Mbakyu harus segera meneruskan perjalanan untuk mendatangi pelanggan lain.

Tukang sayur mengira saya dapat duit dari ngeblog

Hmmm, kalau dapat uang untuk biaya ngeblog tampaknya lumayan. Domain, hosting, plugins, dan aneka layanan premium lain butuh biaya, misalnya themes dan Jetpack.

Mengapa saya ngeblog lagi

Sudah lewat eranya, kok masih ngeblog. Overdosis pula!