↻ Lama baca < 1 menit ↬

Memotret tetes hujan dengan ponsel murah

Sejak pagi daerah saya hujan. Sampai sore ini. Sayang sekali cucu tetangga sebelah sedang berlibur ke luar pulau. Begitu pun cucu dari tadi tetangga selisih tiga rumah, dia tetap di rumah. Kalau mereka saat ini hadir mungkin akan bilang, “Yang, hujan turun lagi…”

Mereka memanggil istri saya Eyang atau Yang. Kalau memanggil saya? Anak yang sedang berlibur menyebut saya Pak Tyo. Anak yang lain menyebut saya Oom Antyo. Anak Pak Ustaz panggil saya Uwak tapi kadang Oom. Pak, hujan turun lagi. Oom, hujan turun lagi. Uwak, hujan turun lagi. Kurang sip. Ah, tak seperti lagu lawas — baru hari ini saya paham bukan itu judul lagunya.

Ada bagusnya hujan berlama-lama . Cuaca lebih sejuk. Tidak panas lembap yang memompa gerah. Rupanya musim hujan sudah menyapa sekadarnya. Tapi jangan banjir ya. Juga tapi, Rabu dan Kamis besok tampaknya panas dan sumuk.

Hujan seharian, besok panas lagi dan gerah lagi