• Lama baca: < 1 menit →

Masalah bahasa dan penulisan waktu dalam undangan RT di Setu, Cipayung, Jaktim

Bakda berarti setelah. Kalau “habis bakda isa” seperti dalam undangan rapat RT ini pasti bikin bingung.

Lalu kebingungan akan bertambah saat membaca “7.30 WIB”. Jangan-jangan ini setelah bakda subuh, bukan selewat isya.

Soal waktu, dalam percakapan harian memang lebih laku rentang 12 jam. Soal pukul tujuh pagi atau malam, dalam percakapan lisan, tinggal menambahkan keterangan waktu jika diperlukan: “Besok, jam tujuh malem.” Kalau “besok pukul sembilan belas” terlalu formal, kaku.

Ada apa lagi di kertas undangan yang akhirnya jadi bungkus tempe ini?

Hari rapat adalah “Sabtu/Minggu” tapi hanya satu tanggal, yaitu “5/5/2021”. Soal penulisan hari mungkin mengompromikan perbedaan pergantian hari kalender Hijriah dan Masehi.

Eh, padahal tanggal 5 Mei 2021 itu Rabu lho. Bingung kan?

Pemilik BlogMemobahasa indonesia,bahasa lisan,bahasa tulis,bungkus tempe,Cipayung,Jaktim,kertas bungkus,rapat RT,Setu,undanganBakda berarti setelah. Kalau 'habis bakda isa' seperti dalam undangan rapat RT ini pasti bikin bingung. Lalu kebingungan akan bertambah saat membaca '7.30 WIB'. Jangan-jangan ini setelah bakda subuh, bukan selewat isya. Soal waktu, dalam percakapan harian memang lebih laku rentang 12 jam. Soal pukul tujuh pagi atau malam, dalam percakapan...Suatu atau sebuah blog?