Belajar bahasa dari kertas bungkus tempe

Entah kapan itu sehabis bakda isya, pukul 7.30 pula, dengan hari bisa Sabtu bisa Ahad. Pusing dah!

▒ Lama baca < 1 menit

Masalah bahasa dan penulisan waktu dalam undangan RT di Setu, Cipayung, Jaktim

Bakda berarti setelah. Kalau “habis bakda isa” seperti dalam undangan rapat RT ini pasti bikin bingung.

Lalu kebingungan akan bertambah saat membaca “7.30 WIB”. Jangan-jangan ini setelah bakda subuh, bukan selewat isya.

Soal waktu, dalam percakapan harian memang lebih laku rentang 12 jam. Soal pukul tujuh pagi atau malam, dalam percakapan lisan, tinggal menambahkan keterangan waktu jika diperlukan: “Besok, jam tujuh malem.” Kalau “besok pukul sembilan belas” terlalu formal, kaku.

Ada apa lagi di kertas undangan yang akhirnya jadi bungkus tempe ini?

Hari rapat adalah “Sabtu/Minggu” tapi hanya satu tanggal, yaitu “5/5/2021”. Soal penulisan hari mungkin mengompromikan perbedaan pergantian hari kalender Hijriah dan Masehi.

Eh, padahal tanggal 5 Mei 2021 itu Rabu lho. Bingung kan?

2 Comments

junianto Jumat 8 Oktober 2021 ~ 12.14 Reply

Kalau “buka 24 pukul” bukan hanya kaku dan formal tapi wagu. xixixi

Pemilik Blog Jumat 8 Oktober 2021 ~ 12.21 Reply

Wagu dan ngajak gelut.
Jam = (1) satuan waktu; (2) saat yang menyatakan waktu (o’clock)
Pukul = o’clock dan boleh juga thuthuk
🤣

Tinggalkan Balasan