• Lama baca: 2 menit →

Bluetooth speaker mungil 5 Watt Aukey untuk dengarkan radio streaming

Belakangan saya suka mendengarkan radio pengaliran (streaming) dari pelbagai stasiun melalui aplikasi Radio Box. Kadang secara acak. Ada radio daerah, maksud saya di luar Jabodetabek, ada radio siaran lagu pop Jawa di Belanda. Tentu di antara radio daerah termasuk Kota Gaplek di Wonogiri, Swara Koncotani di Jogja, Suara Salatiga milik pemkot, dan KLCBS Bandung.

Ada juga stasiun yang saya dengar langsung via web dan aplikasinya milik stasiun. Untuk radio luar negeri, seperti BBC, CRI, dan NHK, saya dengar melalui Elshinta. Sedangkan VOA dari Trijaya. Tapi itu semua tidak rutin.

Bukan hal baru. Banyak orang melakukannya, baik melalui streaming maupun gelombang radio di ponsel dengan menjadikan kabel earphone sebagai antena.

Radio Lintas Kota Gaplek Wonogiri Jawa Tengah

Saya juga mendengarkan radio untuk pengantar tidur siang. Meski tak bermaksud tidur di luar kamar, kadang malam hingga pagi saya tertidur di sofa karena menyetel radio.

Supaya aura radio transistor murah tetap hadir, saya menggunakan bluetooth speaker sekepal, dengan klaim daya keluaran 5 Watt. Noisy cempreng ya biar. Saya menyetelnya pelan, bila perlu dekat telinga, agar tak mengganggu orang lain. Bisa juga langsung dari tablet 10 inci. Memang sih istri saya sempat menanya, “Nyetel apaan sih dari tadi?”

Pemilik BlogLihat Baca Dengaraplikasi ponsel,BBC Indonesia,bluetooth speaker,CRI,elshinta,Radio Cina Internasional,radio transistor,streaming,Trijaya,VOA IndonesiaBelakangan saya suka mendengarkan radio pengaliran (streaming) dari pelbagai stasiun melalui aplikasi Radio Box. Kadang secara acak. Ada radio daerah, maksud saya di luar Jabodetabek, ada radio siaran lagu pop Jawa di Belanda. Tentu di antara radio daerah termasuk Kota Gaplek di Wonogiri, Swara Koncotani di Jogja, Suara Salatiga...Suatu atau sebuah blog?