• Lama baca: < 1 menit →

Baju baru, alhamdulillah; baju lama, tetap alhamdulillah

Sejak awal Ramadan Mpok Lela mengeluh. Anak bungsunya, laki, kelas dua SD, punya syarat kalau seminggu pertama lulus puasa harus dibelikan baju. Minggu kedua juga. Dan akhirnya setelah ibunya, sebagai ART paruh waktu, terima THR harus membelikan baju dan celana anyar.

“Namanya mau hari raya ya, Bu? Di sini juga, kan?” tanya Mpok kepada Kamsi. Sini yang dia maksudkan adalah keluarga Kamso Kamsi.

“Nggak tuh, Mpok. Hari raya jarang beli baju. Lha kan baju yang ada masih bagus?” jawab Kamsi.

Lalu sang nyonya menambahkan buntut ceramah, “Mpok yang nyuci baju orang serumah juga tahu, habis hari raya nggak ada cucian baju baru di rumah ini.”

Si Mpok menyergah, “Keluarga sini mah enak, Bu. Pakaian pada awet. Beli baju bisa kapan aja. Pas hari raya masih bagus dipake.”

Kamso pun nimbrung, “Lha kan yang nyuci Mpok Lela? Di rumah Mpok, yang nyuci juga Mpok kan? Kalian beli baju, terutama buat anak-anak, malah lebih sering dari keluarga saya.”

¬ Gambar praolah: Unsplash

Pemilik BlogKamso & Kamsibaju,celana,fashion,fesyen,gaya hidup,Idulfitri,lebaran,mode,pakaian,THRSejak awal Ramadan Mpok Lela mengeluh. Anak bungsunya, laki, kelas dua SD, punya syarat kalau seminggu pertama lulus puasa harus dibelikan baju. Minggu kedua juga. Dan akhirnya setelah ibunya, sebagai ART paruh waktu, terima THR harus membelikan baju dan celana anyar. 'Namanya mau hari raya ya, Bu? Di sini juga,...Suatu atau sebuah blog?