• Lama baca: 2 menit →

Menuang gula saset gratis ke dalam stoples gula

Tanpa harus mencari penyebab, semua orang tahu bahwa gula pasir ada yang putih agak kekuningan dan putih sekali. Putih memplak. Namun ketika kedua jenis itu ada dalam satu stoples, dan belum tercampur, nyata benar bedanya.

Takjub juga saya. Mungkin karena kurang cerdas. Pun kurang cerdas, saat saya menjepit saset gula yang isinya baru saya tuang sepertiga karena ada kopi bubuk yang pahit dan asamnya pol. Biasanya saya ngopi tanpa gula, terutama kalau pakai arabika di french press.

Kenapa tak sejak semula sisa gula dalam saset saya tuang ke dalam wadah gula? Kekurangcerdasan bisa hinggap kapan saja. Bisa jarang, bisa sering, bahkan rutin.

Membuang gula, meskipun seolah gratis karena terpisah dari kopi sasetan, jelas tidak elok. Ini bukan barang murah. Setiap kali harga naik, masyarakat menjerit. Setiap kali impor gula bertambah, orang yang merasa paham ekonomi akan memaki pemerintah.

Akan tetapi menyisakan gula dalam saset ternyata tidak ada yang memanfaatkan. Kebetulan gula pasir untuk minuman termasuk awet di rumah saya.

Lalu kenapa tak semua isi saset dituang ke stoples? Beberapa tukang lebih suka menakar gula sendiri — kalau tamu saya tidak tahu karena selama pandemi jarang ada tamu duduk lama. Tuan dan nyonya rumah tak perlu membawa stoples ke meja. Cukup saset “bonus” kopi sasetan saja.

Bagaimana jika kita meniru J.K. Rowling, ibunya Harry Potter, pada masa susah, yang kadang membawa pulang saset gula dari kedai kopi?

Ukuran kesulitan ekonomi setiap orang berbeda. Begitu pun seni mengatasi masalahnya.

Pemilik BlogUmumdiabetes,ekonomi,gula pasir,gula saset,gula sasetan,Harry Potter,J.K. Rowling,kopi,ngopi,pandemi,saset gulaTanpa harus mencari penyebab, semua orang tahu bahwa gula pasir ada yang putih agak kekuningan dan putih sekali. Putih memplak. Namun ketika kedua jenis itu ada dalam satu stoples, dan belum tercampur, nyata benar bedanya. Takjub juga saya. Mungkin karena kurang cerdas. Pun kurang cerdas, saat saya menjepit saset gula...Suatu atau sebuah blog?