Rekomendasi buku untuk presiden

Ada mahasiswa mengusulkan buku calistung, supaya si pembaca bisa berhitung soal MBG.

▒ Lama baca 2 menit
Prabowo Subianto di perpustakaan pribadinya — Blogombal.com
¬ Prabowo Subianto di perpustakaan pribadinya, hasil olahan akal imitasi, dimuat di Olenka (2024).

Presiden Prabowo Subianto dikenal sejak kecil suka membaca buku. Hingga dewasa dia memiliki perpustakaan pribadi. Bahkan dia pernah menulis buku.

View this post on Instagram

Akan tetapi pekan ini akun Tempo di Instagram meminta beberapa mahasiswa UGM, Yogyakarta, menyebutkan rekomendasi buku untuk Bowo baca.

Namanya juga kebebasan berpendapat. Boleh diterima, meskipun belum tentu sepakat, dan boleh pula disanggah, bukan digebah.

View this post on Instagram

Saya bukan kutu buku maupun kutu loncat, apalagi gabungan keduanya. Maka saya bukan pematok harga mati tanpa korting bahwa membaca banyak buku adalah jaminan bisa berpikir genah.

Banyak baca belum tentu jadi jaminan daripada kwalitet — Blogombal.com
¬ Banyak baca belum tentu jadi jaminan daripada kwalitet. Klik gambar untuk membaca arsip.

Tahun lalu massa menjarah rumah anggota DPR di Jakut. Saya menyayangkan dan prihatin. Menjarah rumah siapa pun, termasuk politikus musuh rakyat, adalah kejahatan. Tetapi, maaf, muncul komentar kenapa di rumah tersebut perpustakaan pribadi si politikus tak dijarah.

Tunjangan komunikasi anggota DPR — Blogombal.com
¬ Dari beli pulsa, langganan pascabayar, sampai langganan media berbayar, anggota DPR diongkosi negara. Klik gambar untuk membaca arsip.

Jawaban pertama, memangnya ada perpustakaan pribadi seperti anggota DPR lainnya, misalnya Rieke Dyah Pitaloka dan Nurul Arifin, karena dalam video peristiwa tak ada ruang perpustakaan? Jawaban lain: pasti ada perpustakaan, tetapi penjarah akan repot mengambilnya kecuali membawa troli.

Anggota DPR pasti banyak membaca, dari buku kertas maupun layar gawai. Demikian pula anggota DPRD, termasuk yang main gim sambil merokok dalam rapat di Jember. Dalam bahasa Jawa dia layak disebut njêmbêraké DPRD.

Meskipun tunjangan komunikasi mungkin tak sebesar DPR, tetap ada uang untuk itu. Coba tengok poster kampanye caleg DPR dan DPRD, banyak yang memajang gelar akademis, tamatan S2, bukan S doger maupun S teler. Yang memasang gelar S3 juga ada.

Meskipun demikian saya belum menjumpai infografik pendidikan terakhir caleg nasional maupun daerah padahal datanya di KPU dan KPUD ada, berdasarkan formulir pendaftaran. Dengan bantuan akal imitasi, semua sisi dari data publik tersebut bisa dijala, termasuk pengelompokan program studi. Mungkin program studi mereka tak relevan dengan kebutuhan industrial hari ini dan lima belas tahun lalu, namun entah bagaimana dengan program studi tertentu, yang akan dipertahankan, sepuluh tahun mendatang.

Data yang sama juga tersedia di laman situs DPR dan DPRD — artinya mereka bukan caleg, sudah menjadi legislator. Members of the house of the parliament (MPs) adalah lawmakers. Mereka bukan orang sembarangan yang dicomot sopir bus dari halte dan perempatan serta terminal bayangan — kalau di dua tempat terakhir itu melanggar UU Lalu Lintas.

View this post on Instagram

Mungkin Anda punya rekomendasi untuk wapres siapa itu? Saya dulu, ketika sudah dewasa, juga suka baca komik Crayon Shin-chan. Adapun Doraemon saya lihat di TV, menemani anak saya. Tetapi saya terganggu oleh sosok dan suara Giant yang menyebalkan. Bagi penonton dia adalah public enemy. Tetapi bukankah kita butuh antagonis, supaya ingat bahwa dunia bukanlah surga, tak semua hal baik-baik saja?

Oh ya, dulu saat masih bocah ndeso, saya suka Matchbox, dengan sirkuit katapel, bisa melaju di lintasan loop vertikal. Tetapi setelah dewasa saya tak menjadi siapa-siapa, padahal saya banyak paman, bahkan ada yang menyebut saya paman, termasuk CEO tempat kerja saya dulu. Kalau CEO yang lain, chief executive office boy, tak pernah menyebut saya paman.

@isseinugrohonew 3 Momen Giant Meng-Terror Teman Teman Nya #fyp #fypシ゚ #viral #fypage #anime ♬ suara asli – Issei Nugroho

2 Comments

Junianto Senin 25 Mei 2026 ~ 15.41 Reply

Paman yang ini, maksudnya paman penulis blog wagu ini, sudah jauh lebih dulu terkenal daripada paman yang di MK itu.

Pemilik Blog Senin 25 Mei 2026 ~ 21.28 Reply

Fitnah. Dulu keduanya sama-sama nggak terkenal, nggak penting. Lalu yang jadi hakim jadi tenar dan tercemar di seantero negeri. Yang satunya, kata wong Jatim, ya pancet ae

Tinggalkan Balasan