
Apa yang terbayangkan saat Anda mendengar enting-enting Salatiga? Besar kemungkinan adalah enting-enting gepuk atau ting-ting gepuk. Ada produsen enting-enting gepuk yang cukup menuliskan “enting2“. Kalau sang juragan mengikuti gaya masa kini mungkin menuliskan kata ulang tersebut sebagai enting”. Tanda kutip menjadi pengganti “2“.
Lantas ini penganan apa? Nama resminya enting-enting kacang. Karena memang terbikin daripada kacang. Apa perbedaannya dengan enting-enting gepuk? Enting-enting kacang masih utuh, belum digepuk.
Tetapi saat saya masih bocah di Salatiga, Jateng, dan menengok pembuat enting-enting gepuk, ternyata penganan itu tidak dibuat menjadi enting-enting kacang untuk kemudian diremukkan.

Tak apa, yang penting saat itu saya beroleh dua pengetahuan. Pertama: enting-enting gepuk tak dibuat dari meremukkan enting-enting kacang. Kedua: peneraan logo pada kertas roti bungkus enting-enting gepuk dilakukan dengan stempel tanpa gagang, menggunakan tinta merah.

Ada sih yang lebih penting: oleh sang juragan saya diberi satu contong remah-remah enting-enting gepuk. Saya makan di tempat. Bersama teman-teman.
Pengalaman macam itu berharga, seperti saat menonton orang bikin kerupuk, setelah tahu prosesnya lalu juragan memberikan kerupuk kepada saya dan teman-teman. Menonton orang memanen leci, juga dapat buah.
Wajah anak-anak bersandal jepit selalu mupeng polos. Kalau saat itu sudah tumbuh jakun pasti apel Adam terlihat naik turun ketika bercegluk menelan ludah. Setiap anak, bahkan yang hanya di rumah, pasti punya pengalaman tak terlupakan.
