Para pengamat sosial dan aktivis HAM membela penjahat?

Kalau yang di atas mempraktikkan premanisme, main kuasa, yang di bawah tinggal meniru.

▒ Lama baca < 1 menit

Premanisme apa akar masalahnya? — Blogombal.com

Obrolan empat orang di carport itu menjadi panas. Jadi lima orang kalau ditambah Kamsi. Seperti beberapa kali terjadi, Kamso kadang malah pasif.

Topik mereka: sekelompok preman kampung menganiaya ayah mempelai perempuan, di Purwakarta, Jabar, karena tuan rumah tak mau memberi uang Rp500.000. Korban tewas.

“Gua baca berita, ada komentar pengamat sosial, siapa gitu, bilang kalo premanisme akibat ketimpangan struktur sosial ekonomi. Apa maksudnya?” gerutu Amin Tunggir.

“Di sosmed eh medsos ada yang nyalahin pemerintah gagal kasih kerjaan. Buat gua, dari jaman masih mendingan bisa kerja juga banyak preman,” sahut Charlie Kopling.

“Banyak tuh pembelaan buat preman! Intinya, preman adalah hasil keadaan. Enak aja! Kita kerja upah rendah nggak jadi pemalak! Iya kan, Tante Kam?” kata Bembi Brem.

Kamsi baru buka mulut, Ayip Panggang sudah menyergah, “Orang LSM juga berpendapat gitu. Tapi kalo mereka diserang preman pada mengecam. Kalo nggak ngalamin sendiri, mereka kayak ngebela premanisme! Nyalahin apa tadi, eh struktur!”

Lantas Kamsi bersuara secara normatif, “Sebenarnya kalo hukum ditegakkan, preman cecere sampe yang berdasi nggak bakal ada.”

“Lah, tapi kalo kita lapor polisi dikompas preman, atau diancam, eh paling pol preman minta maaf pake video disaksikan polisi. Itu ya yang namanya keadilan restoratif? Bingung gua ama istilah muluk-muluk,” gerutu Johan Listrik.

“Yah, masalahnya emang kompleks. Namanya juga masalah sosial. Gimana Mas?” kata Kamsi sambil memandang suaminya.

Kamso menanggapi, “Aku bukan pengamat, bukan orang LSM. Jadi tanya aja para preman, termasuk yang ikut ormas, kenapa jadi preman.”

2 Comments

Dedi Dwitagama Rabu 8 April 2026 ~ 11.58 Reply

Apakah “KDM” jadi suka karena beliau dapat ide ngonten? Tapi ga apa”sih jika kemudian Pemda mewajibkan isilop amankan setiap hajatan di Jabar dan warganya ga dikenai biaya yg mungkin lebih besar dari “gope” … Provost perlu turun ga Pakde?

Pemilik Blog Rabu 8 April 2026 ~ 14.09 Reply

Yang penting tagakkan hukum sesuai ranah masing-masing 🙏

Tinggalkan Balasan