
Karena tulisannya kecil, jenis fon juga memiripkan R dan A, maka saya sempat keliru baca jenama korek gas ini: Kobra. Tanpa gambar kepala ular sendok. Ternyata mereknya Kobar. Semoga dan sebaiknya tak ada hubungannya dengan Markobar supaya tidak bikin kesal lalu tensi dan gula darah naik.

Begitulah, tak semua orang yang sehari-hari menggunakan korek gas sekali pakai hafal mereknya, terutama yang wujudnya saling menyerupai. Mungkin karena desain tak dipatenkan. Orang hanya tahu merek Tokai. Adapun untuk geretan Cricket dan Bic, desainnya berbeda.

Korek Kobar mencantumkan logo SNI. Adapun merek Kobar mudah kita tebak mewakili persepsi tentang api. Tetapi kobar punya makna api yang besar, bukan nyala biasa untuk macis kecil. Maka kobar memberi kesan lebih bersemangat ketimbang nyala. Kalau mereknya Bakar bisa dipersepsikan destruktif — padahal ikan bakar dan daging panggang itu enak.

Saat ini, dengan kondisi Indonesia macam ini, yaitu mengesalkan dan memprihatinkan, semangat apa yang perlu kita kobarkan agar negeri ini sembuh?

4 Comments
apakah merek ini aman dari pelaku curankor?
Bolpoin dan korek merek apa pun mudah berganti pemilik
nemu aja barang ajaib ky gitu, paman hehe
Namanya juga pria iseng, hidung jadi belang kalo berkeringat saat gowes — tapi itu dulu