Paket geprek Rp10.000 meledek MBG? Prèk!

Membandingkan warung dan MBG itu keliru karena MBG bukan bisnis, sehingga dapat insentif Rp6 juta/hari.

▒ Lama baca < 1 menit

Paket ayam geprek Rp10.000 di Kobek meledek MBG — Blogombal.com

Saya tak tahu apakah harga Rp10.000 untuk paket nasi dan ayam goreng plus lalap dan sambal di warung ini masih berlaku. Misalnya harga sudah direvisi, saya memaklumi. Harga-harga naik. Apalagi bulan puasa kemarin.

Hanya dapur MBG yang tak merevisi karena harga tak punya published price dengan maupun tanpa tanda ++, tetapi menu diganti makanan ultra-pemrosesan dan buah yang belum tentu segar dengan bonus ulat. Atau diganti lauk segar, berupa ikan lele yang dimarinasi karena PT Dhapurmu Kuwi yakin ikannya akan memanggil, “Mari, nasi! Mariiiii…!” Lalu nasi menyahut, “Nd*smu!” — sesuai yang dicontohkan pemimpin.

Paket ayam geprek Rp10.000 di Kobek meledek MBG — Blogombal.com

Warung ini seingat saya baru empat bulan beroperasi, di pinggir sebuah gang yang menanjak. Lihat saja spanduknya belum pudar.

Apakah harga Rp10.000 itu meledek MBG? Tentu tidak. Siapa pun boleh berbisnis makanan secara baik dan benar. Dan tentu siapa pun boleh menafsirkan warung murah selalu mengejek MBG — namun itu salah alamat. Karena MBG (Mari Bergoyang Gemoy) bukanlah bisnis. Profit bukan tujuan. Maka harus ditopang insentif Rp6 juta per hari.

4 Comments

Dedi Dwitagama Kamis 26 Maret 2026 ~ 14.02 Reply

Sing wolung ewu isih ono Pakde

Pemilik Blog Kamis 26 Maret 2026 ~ 14.22 Reply

Wah top tenan, Pak Guru 👍👏💐

Zam Kamis 26 Maret 2026 ~ 13.13 Reply

nasi ayam Rp10.000 masih ada 😱

Pemilik Blog Kamis 26 Maret 2026 ~ 22.15 Reply

Ajaib juga. Ekonomi rakyat itu liat. Gak minta fasilitas pemerintah.

Tinggalkan Balasan